Penggiliran Suplai Air Berlanjut, ATB Imbau Warga Hemat Memakai Air

Program penggiliran suplai air bersih dua kali sepekan masih berlanjut, IPA Harapan belum maksimal melakukan produksi air bersih.

Penggiliran Suplai Air Berlanjut, ATB Imbau Warga Hemat Memakai Air
TRIBUNBATAM.id/ISTIMEWA
Kondisi terkini waduk Sungai Harapan Batam 

TRIBUNBATAM.id - Program penggiliran suplai air bersih dua kali sepekan masih berlanjut. IPA Harapan belum maksimal melakukan produksi air bersih, pelanggan dihimbau tetap berhemat gunakan air.

"Dam Harapan belum dalam kondisi yang baik, penggiliran air masih dilakukan. Ketersediaan air baku belum pada level yang diharapkan. Penggiliran yang sedang berjalan, pelanggan tetap diminta untuk berhemat menggunakan air bersih yang ada," ujar Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB, Jumat (10/5/2019).

Penggiliran air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Harapan sejak Sabtu 20 April 2019, untuk mempertahankan ketersediaan air baku agar Dam Harapan bisa tetap difungsikan.

Jadwal penggiliran masih tetap diberlakukan setiap Sabtu dan Rabu.

Jadwal tersebut IPA Harapan tidak berproduksi selama 24 jam mulai pukul 00.00-24.00 WIB.

Berhemat dan bertoleransi memakai air selama penggiliran juga dibutuhkan.

Meski curah hujan turun beberapa waktu terakhir, namun intensitasnya cukup rendah turun di area Dam dan belum mampu memenuhi ketersediaan air baku.

Level air baku masih tetap minus, meski ada penambahan beberapa centimeter air.

Nihil Kecelakaan Kerja, Pemerintah Apresiasi ATB

Kumpulkan 3.246 Kantong Darah, PMI Batam Apresiasi Kegiatan Donor Darah ATB

Kontribusi ATB, CSR Bukan Sekedar Mengabdi

Sekilas melihat kondisi Dam Harapan memang masih tersedia air baku, namun jumlahnya tidak mencukupi.

"Meski hujan namun belum memenuhi kapasitas Dam Harapan seperti yang diharapkan. Kondisi Dam juga mengalami sedimentasi yang tinggi," lanjut Maria

Bila proses normalisasi suplai saat IPA beroperasi, suplai air tidak mengalir merata dalam waktu bersamaan.

Bertoleransi memakai air saat produksi dilakukan sangat dibutuhkan. Agar pelanggan lainnya yang berada di ujung pipa dan elevasi tinggi tetap bisa menggunakan air.

"Pemulihan air akan butuh waktu, prosesnya tidak sama dengan lisrik disebabkan pipa yang kosong sebelumnya perlu terisi air kembali, lokasi pelanggan yang berada di ketinggian juga mempengaruhi suplai air," ujar Maria.

Kondisi ini perlu disadari bagi semua pelanggan terutama yang tinggal di lokasi ujung pipa dan berada dielevasi tinggi.

Pelanggan di hilir (ujung pipa) akan bisa menikmati suplai air saat pelanggan di hulu bisa bertoleransi dan berhemat menggunakan air.

"Kami selalu menghimbau ke pelanggan agar berhemat memakai air bersih, gunakan air seperlunya bukan secukupnya. Lebih penting lagi bisa bertoleransi menggunakan air bagi pelanggan lainnya," tutup Maria. (*)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved