PEMILU 2019

Tidur Beralas Kardus Hingga Tawaran Rp 700 Juta, Ini Kisah 23 Hari Petugas PPK Sagulung Gelar Pleno

Di balik perjuangan para petugas yang harus berjibaku dengan rapat Pleno di tingkat kecamatan tersimpan banyak peristiwa yang terjadi.

Tidur Beralas Kardus Hingga Tawaran Rp 700 Juta, Ini Kisah 23 Hari Petugas PPK Sagulung Gelar Pleno
TRIBUNBATAM.id/IAN SITANGGANG
Suasana pelaksanaan rapat Pleno di Kecamatan Sagulung. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Di balik perjuangan para petugas yang harus berjibaku dengan rapat Pleno di tingkat kecamatan tersimpan banyak peristiwa yang terjadi.

Mulai anggota yang kecapekan, sampai tawaran uang dari Calon Legislatif (Caleg) yang jumlahnya sangat menggiurkan bahkan disuruh tulis sendiri jumlah yang dibutuhkan.

Selama 23 hari rapat pleno di Kecamatan Sagulung, banyak cerita yang dirasakan oleh petugas pemilu di PPK, khususnya Ketua PPK kecamatan Sagulung.

"Banyaklah cerita yang kita rasakan, mulai dari cerita keluarga, di mana kita tidak sempat untuk duduk bersama keluarga, hanya untuk memikirkan rapat pleno,"kata Herman.

Untuk tidur pun terkadang hanya bisa mencuri waktu.

"Di mana ada waktu kosong kita tidur sebentar, kadang di kantor PPK dan hanya beralaskan kardus," kata Herman.

Namun cerita lainnya, tawaran dari Partai juga ada untuk mempermainkan suara antara Caleg yang ada di dalan partai tersebut.

Penurunan Harga Tiket Pesawat 2019 Ditetapkan Hari Ini, Ini Harga Tiket Terbaru Mudik Lebaran

Ungkap bisa Keliling Dunia Tanpa Jadi Penyanyi, Ternyata Ini Bisnis Syahrini Sebelum Terkenal

Cacar Monyet Ancam Batam, Dinkes Siapkan 6 Unit Ruang Isolasi di 2 Rumah Sakit dan Siagakan Petugas

FITUR Baru Instagram, Stiker Lirik Lagu Bisa Putar Video Musik Disertai Lirik Lagu, Pernah Coba?

"Tawaran yang diberikan sangat menggiurkan, mulai dari Rp 300 juta sampai dengan Rp 700 juta, bahkan ada tawaran di mana kita tinggal menulis berapa yang kita mau," kata Herman.

Cara menawarkannya pun beragam, mulai pakai mediator, lewat telepon dan ada juga yang minta bertemu.

"Namun semua kita tolak, karena kita sakit hati melihat semua caleg dan partai yang memberikan tawaran tersebut," kata Herman.

Dia menjelaskan, dari awal pesta Demokrasi sampai rapat pleno di kecamatan para Oknum partai dan Caleg menganggap remeh pelaksana pemilu.

"Jadi selama ini mereka anggap kita ini bisa dibayar dengan uang," kata Herman.

Dia juga menjelaskan, sangat bersyukur tidak tergoda dengan semua tawaran dari partai dan juga Oknum Caleg.

"Pemilu sudah selesai Rapat Pleno sudah selesai, semua berjalan sesuai dengan prosedur dan tidak ada benturan dan juga keributan. Kita laksanakan pemilu dengan terbuka,"kata Herman. (Tribunbatam.id/Ian Sitanggang)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved