BATAM TERKINI

Diduga Banyak Pangkalan Nakal, Gas Melon Ukuran 3 Kg Susah Didapat di Sagulung Batam

Gas ukuran tiga kilogram yang akrab disebut gas melon mendadak susah ditemukan alias menghilang dari peredaran di wilayah Sagulung.

TRIBUNBATAM.id/IAN PERTANIAN
Sejumlah pangkalan di Sagulung Batam memasang pemberitahuan jika gas sedang kosong 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Gas ukuran tiga kilogram yang akrab disebut gas melon mendadak susah ditemukan alias menghilang dari peredaran di wilayah Sagulung.

Hal itu terlihat di hampir setiap pangkalan yang mengaku sedang mengalami kekosongan stok.

Kelangkaan gas ukuran tiga kilogram sudah terjadi di Sagulung tiga hari belakangan, warga harus keliling untuk mendapatkan gas ukuran tiga kilogram, yang parahnya di warung pengecer gas yang bukan pangkalan pun gas tidak ada.

Lusi, warga Mandalay menuturkan dirinya sudah dua hari mencari gas ukuran tiga kilogram di beberapa pangkalan yang ada di perumahan Fortuna dan Hutatap, namun tidak ada.

"Sudah dua hari ini katanya besok datang, entah besok kapan," kata Lusi, Selasa (14/5/2019).

Dia mengatakan dirinya sudah mendapatkan gas dari warung pengecer dengan harga Rp 25 ribu.

"Itu pun sudah susah nayarinya, tidak tahu kemana semua gas pergi, padahal biasanya banyak,"kata Lusi.

Di tempat terpisah Candra, pemilik pangkalan gas di Pasar Sagulung, mengatakan sampai saat ini distribusi gas dari agen masih normal.

Info Terbaru Kasus Pembunuhan Vera Oktaria, Hasil Otopsi Nyatakan Vera Disiksa hingga Tewas

Keutamaan 10 Hari Kedua Ramadhan 2019, Perbanyak Amalan Ini Agar Dapat Ampunan dari Allah

Biar Nggak Canggung Saat Jabat Ex-Officio, Edy Putra Tawari Rudi Sesekali Ngantor di BP Batam

Perdana, Syahrini dan Luna Maya akan Satu Panggung di Acara TV, Catat Jadwalnya!

Antisipasi Virus Cacar Monyet Dari Singapura, Kini Masuk Wilayah Batam Harus Lewati Thermal Detector

"Di tempat saya, tidak pernah kosong gas, distribusi dari agen sama," kata Candra.

Dia mengatakan, para agen yang mengatakan gas kosong, kemungkinan bermain dengan pengecer.

"Sekarang ini banyak agen yang tidak menjalankan fungsinya sebagai agen, mereka lebih mengutamakan pengecer dari pada masyarakat," kata Candra.

Dia juga mengatakan ke pangkalan miliknya sering datang para pengecer hendak membeli gas dengan membawa 5 sampai 10 tabung.

"Saya memang tidak memberikannya, meski mereka mau beli dengan harga tinggi,"kata Candra

Dia mengatakan pengecer biasanya beli gas ke pangkalan Rp 20 ribu per tabung.

"Jadi nanti mereka jual Rp 25 ribu pertabung,"kata Candra.

Dia juga meminta pihak dinas terkait agar melakukan sidak ke pangkalan yang nakal yang ada di Sagulung.

"Ini kita bisa lihat warung pinggir jalan banyak yang jual gas, pertanyaan dari mana gas mereka dapatkan kalau bukan dari pangkalan,"kata Candra. (Tribunbatam.id/Ian Sitanggang)

TONTON dan SUBSCRIBE:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved