VIRUS CACAR MONYET
WASPADA, Cacar Monyet Serang Anak-anak Desa di Jabar, Berikut Ciri dan Gejalanya
Lokasi mewabahnya cacar monyet di Cianjur itu terdapat di Desa Neglasari, Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan, Jawa Barat
TRIBUNBATAM.id - Mengejutkan, kasus cacar monyet dikabarkan ditemukan terjadi di Indonesia.
Cacar monyet dilaporkan menyerang sejumlah anak-anak di Cianjur, Jawa Barat.
Lokasi mewabahnya cacar monyet di Cianjur itu terdapat di Desa Neglasari, Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan, Jawa Barat.
Wabah penyakit kulit ini hampir menimpa seluruh anak-anak di desa tersebut.
• Cara Cepat Membuat Ketupat Idul Fitri, Tahan Lama dan Tidak Bantat, Cukup 60 Menit
• Prakiraan Cuaca di Kepri saat Lebaran Idul Fitri 1440 H, Sepanjang Hari Begini Kondisinya
• AUSTRALIA OPEN 2019 - Jadwal Pertandingan Wakil Indonesia Hari Ini, Selasa (4/6), 3 Ganda Campuran
Agar terhindar dari penyakit berbahaya ini, sebaiknya Anda perlu mengenali secara dini gejala cacar monyet atau ciri-ciri cacar monyet.
Gejala cacar monyet antara lain demam, sakit kepala, tubuh terasa lemas, sakit pada otot dan persendian, ruam kulit dan pembesaran kelenjar getah bening.
Kronologi Cacar Monye di Cianjur Selatan

• Resep Rendang Sapi Khas Padang Agar Dagingnya Empuk, Simak Bumbu Rendang Daging Asli Sumatera Barat
• Timnas Indonesia vs Jordania, Ricardo Salampessy Yakin Indonesia Bisa Sulitkan Jordania
Hal ini diketahui dari laporan salah seorang warga DKI Jakarta Marcel Hartawan yang tengah mengunjungi desa tersebut menjelang hari raya Idul Fitri.
Dari keterangan yang diterima Wartakotalive.com, Marcel Hartawan mengaku menemukan wabah tersebut saat ia berkunjung ke kampung halaman Asisten Rumah Tangganya pada Minggu (2/6/2019).
Di desa yang terpencil itu kata Marcel terdapat banyak anak-anak menderita sakit kulit parah.
“Bentuknya seperti melepuh di tangan dan di sekujur tubuh dari muka hingga telapak kaki,” ungkap Marcell dalam keterangannya yang diterima wartakotalive Senin (3/6/2019).
Penyakit ini kata Marcell diderita hampir seluruh anak-anak di desa tersebut.
Hingga kini warga desa tidak mengetahui wabah apa yang tengah menimpa desa mereka.
Warga desa kata Marcel sudah menanyakan hal tersebut kepada Bidan desa. Namun, Bidan desa juga tidak mengetahui apa penyebab dari wabah tersebut.
“Hanya diberi salep kulit sekedarnya. Warga hanya bisa memberi ramuan jamu untuk mengobatinya,” jelas Marcel.
Marcel pun menduga jika penyakit kulit yang tengah diderita warga Desa Negalsari ialah virus cacar monyet yang tengah mewabah belakangan ini.
Terlebih ia mendapatkan info dari warga jika ada warga yang menjadi TKI di Singapura dan Hongkong. Warga yang menjadi TKI tersebut bertepatan pulang pada awal bulan Mei lalu.
Akhirnya, Marcel pun mengkonsultasikan wabah tersebut lewat aplikasi konsultasi video dengan dokter.