Akhirnya, Penipu Lewat Telepon dengan Modus Anak Kecelakaan Diringkus Polisi
Anda sering mendapat telepon dari orang asing yang menyebutkan anak atau keluarga Anda kecelakaan? Tiga pelakunya diringkus polisi
TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Anda sering mendapat telepon dari orang asing yang menyebutkan anak atau keluarga Anda kecelakaan?
Penipuan dengan modus baru setelah "mama minta pulsa" ini memang cukup meresahkan.
Biasanya mereka mengaku dari sekolah dan kantor polisi, mengabarkan ada anak atau keluarga yang kecelakaan.
Kemudian, mereka juga berpura-pura menjadi dokter, menyebutkan bahwa anak tersebut harus dioperasi darurat dan butuh obat tertentu yang harus ditebus.
Dalam modus lain, mereka juga kadang-kadang membuat cerita ada kerabat yang tertangkap polisi gara-gara narkoba dan polisi gadungan di seberang telepon meminta sejumlah uang untuk membebaskan.
• Masih Muda dan Sudah Lima Kali Masuk Penjara, Dua Wanita Ini Masih Kecanduan Mencuri
• Ratusan Warga Antarsuku dan Agama Khusyuk Mendoakan Nurdin Basirun di Coastal Area Karimun
• Mengejutkan Mahfud MD Mendadak Ketularan Gaya Atta Halilintar : Ahsiaaap
Setelah cukup lama meresahkan, akhirnya polisi berhasil menangkap tiga anggota komplotan penipu ini.
Ketiga penipu ini berinisial M, AZ, dan A ini diringkus oleh Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, ketiga tersangka memiliki peran yang berbeda-beda.
Tersangka M berperan memantau atau menyamar sebagai guru dan dokter. Tersangka AZ berperan sebagai orang yang mengingatkan orangtua korban untuk mentransfer sejumlah uang.
Sementara, tersangka A berperan sebagai pencari identitas korban dan orangtua korban.
"Awalnya tersangka A mendapatkan identitas murid dan orangtua murid dengan berpura-pura sebagai staf dinas pendidikan. Setelah mendapatkan identitas tersebut, tersangka M akan menelepon orangtua anak tersebut bahwa anaknya mengalami kecelakaan," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019).
Argo mengatakan, saat tersangka M menelepon keluarga korban, ia menyamar sebagai guru dan dokter.
Ia akan berpura-pura sebagai guru korban yang memberikan informasi bahwa korban mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit.
Tersangka akan memberikan kontak yang disebut sebagai pihak rumah sakit untuk dihubungi pihak keluarga.
Selanjutnya, tersangka akan meminta sejumlah uang kepada pihak keluarga untuk kebutuhan medis darurat.