Cuaca
Kapal Pisang Hilang di Perairan Anambas
Kapal Bawa Enam Ton Pisang Hilang Tengah Berlayar
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM -KM Indah yang membawa enam ton pisang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya begitu juga dengan nasib nakohda serta dua orang anak buah kapal (ABK).
KM Indah GT 5 yang dinakhodai Hendriyadi (30) berserta dua ABK masing-masing Junipal (25) dan Jupi (24) bertolak dari Pulau Telaga, Anambas sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat (7/1/2011) dengan memuat enam ton pisang tujuan pelabuhan rakyat Telaga Punggur, Batam.
Seharusnya kapal kayu yang memuat pisang itu sampai pada pukul 01.00 dinihari Minggu (9/1) dipelabuhan rakyat Telaga Punggur, Batam belum juga tiba. Bahkan komunikasi putus sejak Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Saat itu Syawal abang dari Hendriyadi sempat dihubungi nakhoda kapal tersebut untuk mengetahui keberadaannya saat itu. Namun setelah itu, kabar dari nakhoda yang membawa enam ton pisang itu terputus dan keberadaannya sampai saat ini belum diketahui.
"Saya langsung mencari keberadaan Hendriyanto adik saya dengan menggunakan kapal kayu sampai ke Pulau Merapas, Bintan. Namun karena cuaca tidak mendukung jarak pandang pun terbatas dan akhirnya kita kembali ke Batam, yang kemudian langsung melaporkan kejadian ini ke Direktorat Kepolisian Perairan (Dit Polair) Polda Kepri, Senin (10/1/2011) malam,"ujar Syawal abang Hendriyadi.
Hilangnya kapal yang dinakhodai Hendriyadi ini sudah dilaporkan kepada pos TNI AL yang ada di Telaga Punggur. Dia pun juga meminta bantu kepada teman-temannya untuk mencari tahu keberadaan adiknya itu. Namun sampai saat ini belum mendapatkan informasi yang jelas.
"Saat kontak terakhir dengan nakhoda KM Indah itu, saya sempat menanyakan keadaan cuaca saat itu. Namun dijawab oleh Hendriyadi bahwa cuaca waktu itu baik-baik dan belum ada angin kencang,"ujarnya.
Menurutnya, Hendriyadi selalu membawa dagangan seperti buah-buahan, yakni pisang dan buah lainnya ke Batam untuk dijual. Dalam satu bulan paling banyak dua kali jika cuaca mendukung dan biasanya satu kali setiap bulannya. Atas musibah ini seluruh keluarga yang ada di Pulau Telaga, Anambas resah bahkan orang tua dari dua ABK itu terus nangis memikirkan naisb anaknya.
"Kita tetap terus mencari dan malam ini akan turun kembali ke laut dan diperkirakan nakhoda dan dua ABK KM Indah yang membawa enam ton pisang itu terapung-apung diperairan antara lampu putih dengan Pulau Merapas, Bintan,"terangnya.
Sementara Direktur Polair Polda Kepri, AKBP Moch Yassin Kosasih mengatakan pihaknya terus memberikan informasi kepada anggotanya yang sedang patroli dilaut atas hilangnya KM Indah setelah pihak keluarganya membuat laporan ke Markas Ditpolair Polda Kepri, Senin malam. Pihaknya terus berupaya akan memberikan bantuan mencari korban hilang tersebut.
"Kita tetap membatu keluarga korban mencari nakohda serta dua orang ABK yang hilang dalam perjalanan dari Pulau Telaga, Anambas menuju Batam,"ujarnya singkat.