Kriminal

"Polisi" Ini Ditangkap Nipu dan Hamili 3 Wanita

"Polisi" Ini Ditangkap Nipu dan Hamili Tiga Wanita

Laporan El Tjandring Wartawatan Tribunnews Batam

BATAM, TRIBUN- Lagi-lagi Kepolisian Batam menangkap polisi gadungan. Dony Widodo (28) ditangkap Buser Satreskrim Polresta Barelang di arena biliar di pertokoan Pasar Angkasa, Nagoya, Senin (31/1).

Seorang pria asal Pacitan Jawa Timur ini mengaku sebagai anggota buser Polresta Barelang  berpangkat Brigadir Satu (Briptu) kepada orang-orang disekitarnya.

Bahkan dia memiliki kartu anggota kepolisian dari Polres Bintan yang menurutnya dibuatnya sendiri. Selain itu, Dony juga mempunyai tas satu buah tas kepolisian yang bertuliskan Polres Bintan, satu buah borgol dan dan tiga butir peluru. Satu peluru tajam berukuran 5.56 untuk jenis senjata SS1, sisanya dua butir jenis kaliber 38.

"Untuk menjalankan aksinya agar warga percaya bahwa di adalah anggota kepolisian, dia punya seragam kepolisian lengkap dengan atribut dari Polres Bintan, kartu tanda anggota kepolisian dua lembar, satu borgol dan 3 buah peluru. Semuanya kita dapatkan saat menggeledah kamarnya di Ruko Angkasa Nagoya," kata kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Aries Andhi, Selasa (1/2/2011).

Penangkapan Doni ini merupakan penangkapan ketiga polisi gadungan sepanjang Januari 2011. Sebelumnya jajaran Polsek Bengkong menangkap Ade Putra Komang (22), polisi gadungan yang terkait kejahatan pencurian dan penipuan pada Kamis (06/01) lalu. Empat hari kemudian Selasa (11/1) Polisi kembali menangkap Setiawan Tamba (24) yang juga mengaku sebagai anggota Samapta Polresta Barelang bersama komplotan pencuri sepeda motor.

Saat hendak ditangkap oleh tim yang dipimpin oleh Kanit Buser Ipda Nelson, Dony mengelak. Kepada anggota buser di menyebut tengah melaksanakan misi khusus. Namun Nelson menemukan beberapa kejanggalan pada NRP kartu anggotanya, satuan tugasnya Polres Bintan Utara, dan Kapolres yang menandatangani KTA berpangkat AKP.

Menurut Aries, penangkapan terhadap Dony ini dilakukan setelah ada laporan masyarakat bahwa ada orang yang mengaku sebagai anggota polisi dan meresahkan masyarakat. "Katanya, dia mengaku sebagai polisi untuk memikat wanita yang sudah satu bulan hidup bersamanya dan tengah hamil satu bulan," terang Aries.

Kepada wartawan, Dony tamat SMK dan bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) kapal dengan rute Batam - Singapura. Dia berdalih baru satu bulan terakhir ini mengakui kepada orang-orang bahwa bahwa dia adalah anggota buser dari Polresta Barelang.

Sementara atribut kepolisian yang digunakan untuk menipu disebutnya sebagai pemberian dari seorang teman anggota polisi. "Ada teman saya dari Polres Bintan yang ngasih itu. Dia beri itu untuk aku sebagai tanda persahabatan. Kalau KTA saya buat sendiri waktu masih di Tanjungpinang," ujarnya.

Polisi masih melakukan pendalaman pemeriksaan terhadap pencatut isntitusi kepolisian ini. Dia dikenakan pasal 263 tentang pemalsuan dokumen dan UU darurat nomor 12 tahun 1951 atas kepemilikan tiga butir peluru dengan ancaman hukuman pencara selama 6 tahun.

Penangkapan terhadap Dony membuat penghuni kos-kosan di ruko Angkasa heboh. Pasalnya, Pacar Yani salah satu penghuni di situ mengaku sebagai seorang anggota Buser Polresta Barelang. Rinal (28) pemilik kos-kosan itu mengaku terkejut tidak habis pikir setelah polisi menggeledah kamar milik Yani.

"Kami tak menyangka, kok bisa polisi ditangkap polisi. Kami sama sekali tak tahu kalau dia polisi gadungan, soalnya dia punya seragam dan borgol. Tapi dia orangnya baik dan sopan kapada penghuni lain semenjak pindah ke sini satu bulan lalu," kata Rinal.

Menurut Rinal, Doni mengaku pindahan dari Polsek Sagulung ke Buser Polresta sehingga dia butuh tempat kos yang lebih dekat ke tempat kerja. Meski jarang berkantor, Rinal tak berani bertanya-tanya soal itu kepada Ronal.

Informasi yang dihimpun tribun, Doni bukan baru satu bulan mengenalkan diri sebagai seorang anggota Buser Polresta Barelang. Da yang tinggal di Nagoya mengaku mengenal Dony sebagai seorang polisi sejak juli 2010 lalu. Bahkan ada yang mengetahui Dony berpangkat Briptu sejak 2006 lalu.

Dony juga diduga ada kaitannya dengan Ade Putra Komang yang ditangkap jajaran Polsek Bengkong. Sumber tribun yang tak mau namanya dikorankan, mengatakan kedua polisi gadungan ini memiliki hubungan pertemanan. "Kami curiga, masih ada lagi anggota komplotan mereka yang mengaku sebagai polisi," ujar sumber tersebut.

Sementara Yani pacar Doni langsung mencari tahu siapa sebenarnya pria yang telah hidup bersamanya kurang lebih satu bulan itu. Hasil sungguh menyakitkan, karena bukan hanya dia yang tengah mengandung benih dari polisi gadungan ini, tapi masih ada tiga wanita lain. Bahkan salah satunya mengaku telah ditipu Dony lebih dari Rp 30 juta.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved