Pesawat Jatuh
Kepala Basarnas pun Minta Bantuan Orang Pintar
Percaya boleh, tidak pun silakan! Cerita berbau mistis menyeruak di tengah upaya evakuasi
BINTAN, TRIBUN - Percaya boleh, tidak pun silakan! Cerita berbau mistis menyeruak di tengah upaya evakuasi korban maupun puing pesawat Cassa C212_100 milik PT SMAC, yang jatuh di wilayah Trikora, Bintan, Sabtu (12/02/2011) malam.
Sejumlah warga, termasuk para anggota Tim SAR pun hingga Minggu, seakan belum melupakan kejadian-kejadian aneh pada malam itu. Seorang warga, sebut saja Yani, kepada Tribun menceritakan, semenjak siang upaya evakuasi berjalan lancar.
Namun anehnya ketika petang tiba upaya evakuasi serasa kian berat dilakukan. Upaya yang dilakukan tim selalu gagal. Itu pun dengan penyebab yang seakan tidak masuk akal.
"Pada malam itu tali untuk menarik selalu putus. Sudah diganti putus lagi. Belum lagi peralatan sederhana yang digunakan ternyata tidak berfungsi. untuk menyedot air sekitar lokasi pesawat aja susah. air tak bisa mengalir. Kan jadi heran semua," ucap Yani dengan semangat.
Tak hanya warga, ternyata keanehan itu juga dirasakan Kepala Tim Basarnas Tanjungpinang, R Bambang Subagyo. Karena masalah non teknis itulah, ia sempat meminta kepada Kapolres Bintan, AKBP YS Widodo agar mendatangkan orang pintar.
Permintaan itu pun disanggupi Kapolres, dimana melalui anak buahnya kemudian berusaha mendatangkan orang yang dianggap mengerti masalah itu. Namun tak lama berselang, ternyata ada kejadian kesurupan yang menimpa seorang wartawan dari media online. Ia pun marah-marah dan melakukan aktivitas yang ganjil.
"Nah itu juga yang kemudian dihubung-hubungkan dengan kejadian sebelumnya," tambahnya.
Orang pintar pun didatangkan. Dan...nyatanya, pada Minggu siang upaya evakuasi kembali dilakukan. Pertama yang bisa dilakukan adalah membuang genangan air bercampur avtur di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Dengan penyedot yang ada, air pun lancar mengalir hingga akhirnya kering.
Setelah memungkinkan barulah beckhoe (alat berat) bisa dioperasikan. "Sebelumnya tim memang tidak bisa menggunakan alat-alat bermotor apalagi elektrik karena takut terjadi kebakaran dan membahayakan orang yang ada di situ. setelah avtur hilang, barulah alat berat bisa dioperasikan," kata warga lainnya.
Pukul 12.30 WIB sang pilot Fadlul Karim pun berhasil diangkat. ia merupakan korban terakhir yang dievakuasi setelah tim bersusah payah mengangkat bangkai pesawat yang tertanam di rawa sedalam 4 meter. Nah, Anda percaya yang gaib di situ?