Demo
Puluhan Pekerja Kabel Shipyard Mengadu ke Polsek Batuaji
sebanyak 60 pekerja subcon PT Bravo Citra dibawah Induk PT Kabel Shipiyard Kabil (USP) mendatangi Polsek Batuaji
BATAM, TRIBUN - Takut terjadi anarkis karena gaji dua bulan tidak dibayar, sebanyak 60 pekerja subcon PT Bravo Citra dibawah Induk PT Kabel Shipiyard Kabil (USP) mendatangi Polsek Batuaji. Kedatangan mereka guna melaporkan pihak perusahaan lantaran gaji tidak dibayar selain itu perusahaan juga melakukan pemutusan kerja sepihak (PHK), Selasa (22/2) sekitar pukul 15.00 WIB.
Laporan puluhan pekerja ini tidak langsung diterima oleh anggota Polsek lantaran lokasi perusahaan berada diwilayah hukum Polsek Nongsa. Hingga akhirnya pekerja melakukan longmarc menuju ke Polsek Nongsa.
Yosef Pele selaku Supervisor mengaku selama dua bulan gaji karyawan tidak dibayar. Setiap karyawan seharusnya selama dua bulan menerima gaji Rp 4,5 juta. Namun kenyataan hari ini pihak manajemen perusahaan tidak sanggup membayar gaji karyawannya.
"Kedatangan kami untuk konsultasi ke polisi, bagaimana proses hukum terkait masalah ini. Hari Sabtu kami sudah diberhentikan dan sesuai perjanjian hari senin gaji kami sudah dibayarkan. Tapi sampai sekarang perusahaan tidak membayarnya. Sampai senin malam mereka beralasan masih menghitung time shif gaji bulan Februari belum dimasukkan slip gaji," ujar Yosef Pele.
Pekerja yang masih memakai seragam kerja ini berharap perusahaan dapat secepatnya membayar gaji dua bulan.
"Bukan kami saja yang gajinya tidak dibayar. Bukan hanya kami PT PKM yang masih dibawah Bravo juga bernasib sama seperti kami, mereka dari bulan Desember. Kami sampai sekarang belum ke Disnaker karena kami tidak ingin ada yang anarkis," ujarnya.
Yosef menjelaskan ketika dirinya hendak meminta gaji, pihak manajemen yang diwakili Yongky menjelaskan kepada karyawan perusahaan belum ada uang. Kami bukan menuntut pesangon tapi meminta hak kami berupa gaji dua bulan kami," ujarnya.
Pihak manajemen saat dihubungi melalui Handphone seluler tidak aktif. Begitu juga dengan Yongky juga tidak bisa dihubungi.