Legislatif
Hasil Kungker Bisa Terlihat Dipenyusunan Anggaran
Hasilnya tidak bisa dipersentasekan........
BATAM, TRIBUN- Ketua Komisi IV DPRD Batam, Riky Indrakari, mengatakan bahwa hasil kunjungan kerja tidak harus selalu tampak dalam bentuk fisik. Karena DPRD merupakan badan legislatif maka produk yang dihasilkan pun lebih mengarah pada rekomendasi atau kebijakan.
Misalnya dengan mendorong pemerintah untuk meningkatkan anggaran-anggaran kesejahteraan sosial.
"Hasil kungker bisa terlihat dipenyusunan anggaran. Di kebijakan umum anggaran 2011 prioritas anggaran lebih berpihak pada SDM dan kesra tak seperti tahun sebelumnya yang lebih ke infrastruktur," papar Riky di Kantor DPRD Batam, beberapa waktu lalu.
Menurutnya hal tersebut berdasarkan hasil kungker Komisi IV selama tahun 2010 yang mengutamakan pada bidang pendidikan.
Tahun 2010 lalu Komisi IV melakukan kungker ke Solo, Yogya, dan Malang. Dan kesemuanya menyangkut pada masalah pendidikan. Karena pada saat itu DPRD sedang menggodok Ranperda Pendidikan.
"Pada tahun 2011 ini kita akan memfokuskan pada sosial dan ketenagakerjaan. Terakhir kita kungker ke Makassar tentang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan. Tanggal 17-19 Maret lalu," jelas Riky.
Berdasarkan peraturan pemerintah, TKPK sudah harus dijalankan pemerintah daerah sejak 2005 lalu. Namun nyatanya sampai saat ini Pemko Batam belum membentuknya.
Oleh karena itu sebagai bentuk tanggung jawab dewan, Komisi IV akan mendorong Pemko Batam untuk segera menjalankan TKPK tersebut.
Terkait pendapat kungker hanya menghamburkan uang negara, Riky pun menyatakan ketidaksetujuannya. Karena kungker memang menjadi salah satu fasilitas yang secara konstitusi diamanatkan dalam APBN atau APBD.
"Kungkernya tidak salah. Tapi yang patut dikritisi ketika DPRD berangkat, siapa yang mendampingi?" kata Riky.
Mengenai anggaran, menurut Riky berbeda untuk tiap daerah yang dikunjungi. Tergantung pada jauh dekatnya lokasi dari Batam.