Teknologi
Perusahaan dari Jabar Tertarik Olah Sampah Batam jadi Bio Energi
Sampah Batam sangat berpotensi untuk diolah menjadi sumber negeri bio
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM-Sampah Batam sangat berpotensi untuk diolah menjadi sumber negeri bio, jika diolah dengan teknoligi yang tepat guna. Hal ini diutarakan oleh Sonson Garsoni Direktur PT. Cipta Visi Sinar Kencana (CVSK) yang berpengalaman dibidang pengolahan sampah di Jawa Barat
"Mengenalkan telnologi sampah menjadi tenaga listrik dan pupuk organik dari skala yang kecil- kecil. Teknologi dikesankan dengan hal yang besar," ungkap Sonson saat seminar singkat, Pemanfaatan Biomassa (Material Organik) Menjadi Bio Listrik dan Pupuk.
Sonson yang juga Wakil Ketua Umum KADIN Jawa Barat, menganggap teknologi ini sangat berpotensi digunakan di Batam. Yang mana penyebaran listrik masih cukup rendah di Batam. Dan Biaya cukup tinggi yang akan dikeluarkan untuk memfasilitasi listrik. "Rasio elektrik masih rendah. Lagipula di satu pihak mengurangi timbunan sampah," ujar Sonson.
Alat teknologi yang baru saja ditemukan pada tahun 2010 melalu penelitian dalam dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini baru diterapkan di 3 lokasi. Yaitu Cipondoh Tangerang, pesantren Internasional, di Indramayu, dan Tasikmalaya. Sonson menjelaskan seperti di Cipondoh, diterapkan pada sebuah danau berisikan enceng gondok yang tedrapat kafe di sekitarnya. "Dari enceng gondok bisa menghasilkan listrik. Ini sangat cocok untuk yang menjalankan bisnis," papar Sonson.
Sonson juga menambahkan bahwa di Batam juga banyak sarana fasilitas akomodasi seperti hotel dan restoran. Yangmana menghasilkan food waste (sampah sisa makanan) yang masuk kategori sampah organik. Dengan tersedia alat yang berupa digester dan generator untuk mengolah dan membangkitkan listrik.
Adapun teknologi ini memiliki ketentuan yaitu minimal kapasitas sampah organik yang dibutuhkan untuk menghasilkan listrik. Sonson menerangkan sampah seberat 3000 meter kubik atau 1 ton sudah layak secara ekonomi menghasilkan listrik yaitu 5 atau 6 Kwh atau sama dengan 5000 -6000 watt per hari.
Selain itu, Sonson juga memberitahukan penggunaan pupuk organik. Yangmana menurutnya masih minim juga penggunaannya di Batam.
"Tanah di Batam memiliki kandungan garnit dan bauksit yang sangat compact (padat dan keras). Sangat perlu diasupi dengan pupuk organik," jelas Sonson.
Dalam memberikan seminar, sebagai pembicara, Sonson juga menjelaskan pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik. Dan CVSK juga sebagai produsen yang memiliki alat teknologi mengolah sampah menjadi pupuk organik, yaitu bio phosko komposter.
Sonson juga mengatakan salah satu perusahaan besar McDermott telah membeli alat komposter ini. McDermott dianggap perusahaan yang berkontribusi dalama teknologi. (nrk)