School to School
SMPN 20 Batam Aktif Bikin Kompos dan Pembibitan
SMPN 20 Batam mengadopsi kurikulum Adiwiyata yaitu program Kementerian Lingkungan Hidup
SAAT ini, SMP Negeri 20 Batam menyandang predikat sekolah berstandar nasional (SSN).
Predikat ini dapat tercapai berkat pembenahan yang dilakukan terhadap peningkatan kualitas guru untuk kurikulum dan penambahan fasilitas sarana penunjang belajar. Tak hanya itu SMP 20 mulai mengadopsi kurikulum Adiwiyata.
Menurut Musriadi Kurniawan, Waka Kesiswaan SMP 20 Batam, sekolah ini mengadopsi kurikulum Adiwiyata yaitu program Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan.
"Secara bertahap kami akan menuju sekolah yang berorientasi lingkungan. Berbagai persiapan telah dilakukan," tuturnya.
Penghijauan di lingkungan sekolah SMP 20 Batam mulai ditingkatkan. Pemupukan kompos, pembibitan tanaman dan sanitasi dilakukan. "Kami selalu memberikan pendidikan lingkungan kepada anak didik kami. Setiap minggu yaitu di hari Sabtu, siswa kami praktik secara langsung," tuturnya.
SMPN 20 Batam menyediakan tong sampah di setiap kelas yaitu tong sampah kering dan basah.
"Kami mulai membiasakan siswa kami terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan mulai memilahnya," ceritanya.
Tak hanya itu apabila siswa yang melakukan pelanggaran kedisiplinan akan mendapat sanksi untuk mengumpulkan sampah yang ada di sekitar sekolah. Nanti sampah tersebut akan digunakan untuk pengomposan. (dri)