Fenomena

Sukardin Resah dengan Sumur Panas Miliknya

Khawatir Meluap seperti Lumpur Lapindo

Laporan Wartawan Tribunnews Batam, Candra P Pusponegoro

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Tiga bulan lalu Sukardin tidak bisa membendung rasa bahagianya setelah sumur di rumah kontrakannya berubah menjadi panas. Seiring berjalannya waktu, rasa sukacita itu semakin pudar, kini dia merasakan kegelisahan yang tiada menentu. Dirinya mengkhawatirkan jika suatu saat sumur panasnya akan meluap bak lumpur lapindo.

Menurut Sukardin, dalam tiga bulan terakhir banyak warga yang bertandang ke rumahnya di Bengkong Swadebi RT 02 RW 03 Nomor K-02 Batam untuk meminta air. Bahkan sumur yang berdiameter 80 centimeter dengan kedalaman 5 meter itu, airnya dipercaya memiliki khasiat pengobatan. Sehingga tak jarang warga membawa pulang air sumur darinya.

Kepada Tribunnewsbatam.com, Rabu (31/5) Sukardin mencurahkan isi hatinya jika dalam minggu terakhir ini hatinya resah. Hal itu dikarenakan rasa khawatirnya terhadap sumur yang fenomenal itu. Bahkan lebih ekstrimnya jika suatu saat panasnya membesar, dia khawatir akan menenggelamkan rumah kontrakan dan warga yang bermukim disekitarnya.

"Terus terang saya sangat khawatir dengan sumur ini, saya tidak bisa berfikir lagi jika suatu saat akan berbuah menjadi petaka. Mudah-mudahan ada ahli yang bersedia meneliti sumur ini," ujar Sukardin dengan tatapan mata khawatir.

Dia juga menyebutkan bahwa Dinas Kesehatan kota Batam sudah meneliti kandungan sampel airnya yang tidak layak dikonsumsi. Namun demikian, bagi dia, bukan itu yang diinginkannya, melainkan penelitian yang lebih lanjut tentang keberadaan sumur itu. Misalnya dengan melakukan pengeboran untuk melihat kondisi di bawah sumur tersebut.

"Okelah kalau memang sudah diteliti kandungan airnya, tetapi bukan itu harapan saya. Maksudnya Pemerintah turut campur tangan mengkaji, sebab saya mengkhawatirkan sumur panas ini bisa menyemburkan air panas yang lebih besar," pinta Sukardin lirih. 

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, drg Chandra Rizal MSi menjelaskan bahwa kandungan air sumur Sukardin sudah diteliti. Chandra mengungkapkan jika secara bakteriologis airnya bagus namun tidak memenuhi syarat air bersih. Sehingga menurut Kadinkes, airnya tidak boleh di konsumsi atau digunakan untuk memasak.

"Airnya sudah kami cek dan secara bakteriologis bagus namun tidak memenuhi syarat air bersih. Sebab sesuai dengan Permenkes Nomor 416/menkes/per/IX/1990 dijelaskan jika air berbau, berasa, PH rendah, dan amonia melebihi batas syarat tidak boleh di konsumsi," ujar drg Chandra Rizal MSi meyakinkan.

Menurut penuturan pengamat gejala fenomena alam, Profesor DR H Moeljadi SE MSi MSc mengatakan warga setempat tidak usah khawatir. Sebab jika dikaitkan dengan kejadian semburan lumpur Lapindo itu terlalu jauh. Menurutnya, kultur tanah di Jawa Timur dengan di Batam sangat berbeda. Jika di Lapindo disebabkan oleh gejala vulkanologi dan di Batam hanya karena faktor alam saja.

Prof DR H Moeljadi SE MSi MSc berani mengatakan hal itu sebab dirinya pernah melakukan audit investigasi tentang kasus lumpur Lapindo selama hampir dua tahun, yakni 2006-2007. Lebih lanjut, Moeljadi menandaskan rasa khawatir Sukardin itu tidak perlu disikapi dengan sangat serius. Ia justru berharap dengan sumur itu bisa menjadi hikmah yang tersendiri.

"Warga tidak usah khawatir, sumur milik Sukardin tidak akan berdampak seperti lumpur Lapindo di Sidorajo sana. Lebih baik dinikmati saja anugerah Tuhan itu," ungkap Prof DR H Moeljadi SE MSi MSc dengan nada serius. (tribunnewsbatam.com/tia)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved