Senin, 15 Juni 2026

Ekspedisi Uang Lusuh di Pulau Terluar Kepri

Mesjid Agung Ranai Natuna Terbesar Tapi Sepi Jemaah

Ekspedisi Uang Lusuh di Pulau Terluar Kepri (5- Terakhir)

Tayang:

Menurut seorang pegawai Bank RiauKepri mengungkap kalau penyimpanan dana APBD Kabupaten Natuna untuk pembiayaan pembangunan disimpan di banknya. Sejak awal tahun dana masih ada, dan baru bulan ini diputuskan ada 40 lebih lelang proyek diputuskan, dan segera dikucurkan pendanaanya. "Baru minggu lalu diputuskan pemenang 40 proyek lebih. Mungkin bulan depan sudah mulai pembangunannya,"ujar pegawai bank tersebut.


Pulau Subi Berpotensi Perbankan

Setelah tim selesai berkemas dan naik kapal, sejurus kemudian Kapal KRI Teluk Sibolga bergerak menjelang magrib menuju pulau Subi Kecil yang merupakan pulau terakhir dari lima pulau terluar di wilayah Kepri. Jarak pulau Ranai dan Subi Kecil Kecamatan Subi Kabupaten Natuna ditempuh hampir 7 jam perjalanan. Beruntung ombak Natuna yang ditakutkan selama perjalan tidak dialami tim BI hingga pulau terakhir.

Letak Pulau Subi sendiri sangat dekat dengan Pulau Kalimantan, tepatnya Kalimantan Barat dan negara Malaysia. Setelah istirahat malam, Sabtu (23/7) pagi langsung di jemput oleh komandan pos Pulau Subi. Ternyata, selama kapal lego jangkar, jarak kapal dengan pulau sangat jauh sekali. Diperkirakan hampir 2,5 kilometer.

"Pulau Subi ini karangnya dari bibir pulau hingga ke laut dalam hampir dua kilometer. Jadi, kita tidak berani mendekat lagi,"ujar Mayor (P) Asep Budiman, Komandan KRI Teluk Sibolga, Sabtu pagi.

Sekitar pukul 09.30 WIB, tim akhirnya sampai di daratan Pulau Subi. Dengan membawa sekitar uang tunai Rp 100 jutaan, tim juga dibagi dua dimana sesuai kesepakatan, di Pulau Subi ditargetkan selesai hingga pukul 12.00 WIB. Waktu dipercepat agar jadwal pulau sampai di perairan Batuampar Batam pada Minggu Sore.

"Kita disini kerja cepat untuk menghidari tidak sampai Senin siang di Batam. Jarak tempuh di peta sekitar 36 jam perjalan, jika makin sore berangkat maka ketakutan tim yang akan berangkat ke Jakarta, Senin siang akan tertinggal pesawat,"ujar Faisal dari DPU BI dan Letkol Bambang Winarko dari Lantamal IV TNI AL.

Berkat bantuan pemerintah kecamatan dan masyarakat, layanan kas keliling mendapat bantuan kendaran. Sasaran kali tim mengunjungi seluruh warung dan minimarket di Pulau Subi Kecil dan sebagaian Pulau Subi Besar. Hasilnya cukup meyakinkan, rata-rata warga menukarkan uang dalam jumlah besar dan minimal Rp 300 ribu hingga belasan juta rupiah. Seperti biasa, proses layanan keliling mendapat pengawalan dari anggota TNI AL dari KRI Teluk Sibolga.

Tidak kalah serunya dengan tim layanan kas, acara sosialisasi menjadi harapan besar bagi masyarakat Subi agar ada layanan perbankan.

"Kami butuh bank, disini telah banyak minimarket ukuran besar hingga kecil. Juga ada penginapan dan juga banyak sarana umum lainnya. Satu-satunya belum ada bank. Warga binggung, ketika hasil panen ikan atau hasil panen ikan kering nilai mencapai jutaan, duitnya disimpan dimana. Kami yakin, kalau ada bank disini, pasti akan hidup, apalagi warga yang memiliki tabungan di sini dan menabung di Ranai hampir merata,"ujar Tri Didik, Staf Kecamatan Pulau Subi.

Karena dekat dengan Kalimantan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atau berjualan di beli ke Pemangkat Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, atau harus menempuh 18 jam perjalanan laut

Yusfinaldi dari perwakilan BNI wilayah Padang mengakut Pulau Subi berpotensi untuk pelayanan bank. Jika melihat pola kehidupan masyarakat yang konsumtif, tapi juga produktif BNI bisa mempertimbangkan. Hanya saja, masalah listrik yang hidup jam 5 sore hingga 12 malam patut menjadi kendala yang harus dicarikan solusinya.

Tepat pukul 13.00 siang, tim mulai bergerak menuju kapal. Rasa lelah selama ini mulai terobati dengan suksesnya ekpedisi uang lusuh yang digelar Bank Indonesia dalam uji coba kerjasama dengan TNI AL. Semua saling bersalaman dan berlomba-lomba menganti pakaian dengan pakain santai.

Tidak diduga, Komandan Kapal akan menggundang seluruh tim dan awak kapal untuk makan malam bersama, sebagai bentuk ucap syukur. Acara  malam syukuran diisi dengan penyerahan cidera mata kepada komandan kapal dan unsur dari DPR RI yang ikut dalam ekspedisi di haluan kapal.

Ditarik kesimpulan juga, kalau kegiatan ini bisa dilanjutkan jika memang BI memiliki tugas untuk menyumplay dan layanan kas keliling dengan jumlah miliar rupiah. Dibahas juga bagaimana sistem pelayaran yang harus dilakukan agar kedepan lebih nyaman.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
Live
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved