Ekspedisi Uang Lusuh di Pulau Terluar Kepri
Mesjid Agung Ranai Natuna Terbesar Tapi Sepi Jemaah
Ekspedisi Uang Lusuh di Pulau Terluar Kepri (5- Terakhir)
"Kedepan kegiatan ini bisa dilanjutkan, dan khusus untuk pelayarannya, sebaiknya dimulai jalur terbalik, atau tujuan pertama adalah pulau paling jauh, agar semangat tim masih terasa. Secara kelembagaan, peran BI turun kelapangan seperti ini harus terus dilakukan. Selama ini, peran BI hanya kebijakan moneter, sedangkan perannya ke masyarakat terutama masyarakat pulau baru kali ini. Jadi, kita laporkan nanti kalau kegiatan bergaya ekspedisi bisa dilanjutkan, apalagi anggara BI naik hingga beberapan triliun tahun ini,"ujar Gufron Albayroni, staf ahli anggota Badan Supervisi Bank Indonesia DPR RI.
Saran serupa menjadi kunci dari seluruh kegiatan yang dilakukan, dan disetujui oleh peserta tim. Sedangkan dari pihak Staf ahli Komisi XI menyatakan, kegiatan difokuskan juga pada pulau-pulau yang benar-benar banyak penduduk dan tidak ada pelayanan bank. "Kalau di Ranai, kayaknya salah sasaran, selain pejabat daerah kurang peduli, juga masyarakatnya merasa telah terlayani oleh pihak perbankan,"ujar Syafrizal menutup diskusi malam diatas kapal sambil persiapan menonton final bola Copa Amerika.
Dari pantauan Tribun Batam, kegiatan ini sangat bermakna terutama dengan jelas dapat melihat langsung kehidupan dan kebutuhan masyarakat pulau yang disinggahi. Jika selama ini ditutup-tutupi, maka dengan jelas terlihat apa yang dibutuhkan masyarakat. Semoga laporan dan catatan perjalanan singkat yang dibuat Tribun Batam dapat menjadi sedikit tambahan referensi pemerintah daerah dan provinsi untuk menyikapi perkembangan masyarakat di Pulau Terluar di Kepri.(dedy Suwadha)