Fenomena
"Tuyul" Resahkan Warga Bengkong Baru
"Tuyul" Resahkan Warga Bengkong Baru dan Uang Rp 50 Ribu dan Rp 10 Ribu Raib Misterius
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Kasus perampokan atau pencurian uang yang umumnya terjadi di masyarakat bisa dilaporkan kepada pihak berwajib. Tentunya pihak berwajib (polisi) akan segera melakukan pengolahan di tempat kejadian perkara (TKP). Baik dengan penyelidikan dan penyidikan terhadap saksi, barang bukti, dan mengejar para pelaku yang dicurigai.
Tetapi jika kasus pencurian uang yang dilakukan oleh bukan manusia atau 'tuyul' (sebangsa jin pencuri uang) maka akan menjadi fenomena tersendiri. Dua bulan terakhir ini, warga RT 02 RW 04 Bengkong Baru Batam Kepri disibukkan dengan ulah 'tuyul' yang suka mencuri uang warga. Boleh dibilang, sudah seringkali 'tuyul' melakukan pencurian terhadap sejumlah uang warga.
Dari data yang berhasil dihimpun Tribun di lokasi, warga menuturkan bahwa mereka sering kehilangan uang. Saat uang ditaruh di dalam almari atau laci dengan hitungan tertentu, ketika esoknya akan diambil uang tersebut sudah berkurang drastis. Anehnya, uang yang diambil dalam pecahan nominal Rp 50.000 dan Rp 10.000. Jika uang pecahan Rp 100.000 tetap aman.
Sebutlah Agus, warga setempat mengaku jika dirinya sering kehilangan uang. Dia menjelaskan, beberapa waktu lalu dia pernah menyimpan uang dalam jumlah yang cukup lumayan, Rp 45 juta. Uang tersebut dari hasil usahanya berdagang. Malam hari sebelum dimasukkan almari, dia bersama istrinya menghitung secara berulang-ulang dan genap jumlahnya Rp 45 juta.
"Saya pernah kehilangan uang dalam jumlah yang besar mas. Setiap malam habis dagang saya hitung dulu uangnya sama istri saya. Eh, besok harinya saya pergi menabung ke bank dan dihitung ulang oleh pihak teller bank ternyata uang saya raib Rp 5 juta," cerita Agus dengan keheranan.
Hal serupa juga dialami oleh Pras tetangga Agus, dia mengaku dalam dua bulan ini uangnya sering hilang. Awalnya dia tidak mempercayai jika ada misteri uang hilang dicuri oleh 'tuyul'. Setelah lima kali uangnya hilang, Pras barulah mempercayai pengungkapan Agus beberapa waktu lalu. Kata Pras, dia pernah malu gara-gara uangnya raib dari dompetnya.
Pras menuturkan, sebelum kejadian kelima kalinya, sepulang kerja dia menaruh selembar Rp 10.000 dan tiga lembar Rp 1.000. Biasanya sebelum tidur, Pras mengecek terlebih dulu uangnya. Esok hari saat hendak berangkat kerja, dia menyempatkan singgah ke kedai rokok. Alhasil, ketika akan membayar rokok, uang di dalam dompetnya hanya tinggal Rp 3.000 saja.
"Gara-gara ulah tuyul, saya pernah dipermalukannya. Saya taruh uang selembar Rp 10 ribu dan tiga lembar Rp 1.000 dalam dompet. Besok mau kerja mampir dulu ke warung rokok, sebungkus rokok sudah saya terima dan mau saya bayar, uangnya tinggal Rp 10.000 saja. Tidak tahu kemana uang itu hilangnya," jelas Pras.
Bukan hanya uang Agus dan Pras saja yang diambil 'tuyul', warga lain Wati, juga mengalami nasib yang sama. Sekitar tiga hari yang lalu dia terkejut karena uang pemberian suaminya Rp 550.000 juga berkurang. Dia menaruh uang di dalam laci pakaian. Sepulang dari pasar, uang yang dia simpan di dalam laci berkurang Rp 50.000 ribu. Padahal malamnya, jumlah uangnya utuh.
"Suami saya memberikan uang kepada saya Rp 550.000, besok paginya saya ke pasar. Sepulang dari pasar saya coba cek uangnya, ternyata uang Rp 50.000 sudah tidak ada lagi di dalam laci dan jumlah uang saya hanya Rp 500.000 saja," ungkap Wati meyakinkan.
Dari keterangan warga yang lain, pernah suatu hari menjelang solat Subuh, warga memergoki seorang bocah kecil saat pagi hari sekitar pukul 3.30 wib sedang memanjat tembok di rumah Agus. Namun saat dikejar, bocah kecil itu menghilang begitu saja. Akhirnya warga yang hendak mengejar bocah kecil itu mengurungkan niatnya karena merasa takut sendiri. Sejak kejadian itu, uang warga sering hilang tanpa sebab yang jelas.
Kapolsek Kecamatan Bengkong, AKP Catur Kusmedi saat dihubungi mengatakan sampai saat belum belum ada laporan secara tertulis dari warga. Dia mengimbau kepada seluruh warga agar lebih waspada dan berhati-hati. Jika memiliki uang agar disimpan ditempat yang dirasa aman. Apabila memiliki uang dalam jumlah banyak agar ditabungkan ke bank saja.
"Saat ini belum ada laporan dari warga. Saya mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaanya. Jika menaruh uang sebaiknya ditempatkan pada lokasi yang aman. Bisa ditabungkan ke bank atau dititipkan ke koperasi," ujar AKP Catur Kusmedi. (tia)