Demo

Transparansi Dana Hibah Umrah Kembali Disoroti

Kejelasan pengelolaan dana hibah dari universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) kembali dipertanyakan oleh

Laporan Thomlimah Limahekin, wartawan Tribunnewsbatam.com

Tribunnewsbatam.com, Tanjungpinang-Kejelasan pengelolaan dana hibah dari universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) kembali dipertanyakan oleh pihak mahasiswa. Sekelompok mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Aksi Solidaritas (Gas) Umrah menggelar unjuk rasa menuntut transparansi pengelolaan dana hibah ini di depan kampus tersebut, Rabu (28/9).

"Kami minta pihak rektorat mengklarifikasi dana hibah yang diserahkan kepada Umrah. Kami juga meminta pihak manajemen Umrah menjelaskan penggunaan anggaran yang dipungut selama ini," seru Mustafa, koordinator Gas Umrah, yang juga saat itu berperan sebagai orator.

Kelompok mahasiswa itu kembali mempertanyakan pengelolaan dana tersebut. Sebab, mereka mengaku selama ini pihak rektorat Umrah sama sekali tidak memberikan penjelasan secara jelas terkait dana hibah dan dana-dana kemahasiswaan lainnya. Padahal Umrah sendiri memiliki majalah dinding (mading) yang menangani keterbukaan informasi publik (KIP).

Kejelasan alokasi penggunaan dana hibah sebesar Rp 6,3 miliar pada 2007 lalu menjadi sebuah contoh yang diangkat mahasiswa Gas Umrah. Mustafa menginformasikan bahwa pada tahun tersebut ada alokasi dana sebesar Rp 500 juta yang dikucurkan untuk pembiayaan telepon.

Namun, nyatanya para mahasiswa waktu itu masih berkuliah di SMAN 5 kota Tanjungpinang. Sepengetahuan mahasiswa Gas Umrah, pada 2007 lalu juga, ada alokasi dana untuk membiayai gaji dosen-dosen dari Stisipol. Padahal, Stisipol baru bergabung dengan Umrah pada 2008.

"Ada juga pembayaran untuk gaji para dosen Politeknik Batam. Padahal, dosen-dosen ini dibayar langsung oleh Otorita Batam. Kok, dana itu bisa dikeluarkan," celetuk Raja, seorang anggota Gas Umrah lainnya, menegaskan tanda tanya terhadap pengelolaan dana hibah tersebut.

Selain mempertanyakan dana hibah, para mahasiswa ini juga menyoal pengelolaan dana-dana kemahasiswaan lainnya. Mereka kemudian meminta alokasi dan relaisasi dana kemahasiswaan, SPP dari 2007 - 2011 dari FISIP dan FIKP Umrah, dana asuransi dan dana hibah yang masuk ke fakultas ekonomi dan FIKP.

"Kami meminta pihak rektorat menjelaskan semuanya ini dalam tempo 2 x 24 jam. Kalau tidak dijelaskan oleh pihak kampus maka kami akan pidanakan atau perdatakan kasus ini," tegas Mustafa.

Mahasiswa Gas Umrah yang berunjuk rasa menuntut kejelasan alokasi dan realisasi dana-dana tersebut terdiri dari wakil dari berbagai fakultas di Umrah. Mereka berasal dari fakultas teknik, fakultas ilmu sosial politik, fakultas ekonomi, fakultas ilmu keguruan dan fakultas ilmu kelautan dan perikanan. (tom)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved