Peringatan Hari Pahlawan

Kodim 0317/TBK Ziarah Makam Pahlawan di Kundur

Abdul Manaf Tewas Tertembak di Sungai Buluh.

Kodim 0317/TBK Ziarah Makam Pahlawan di Kundur
tribunnewsbatam/ ahmad yani
Kodim Ziarah Makam Pahlawan di Kundur
Laporan Ahmad Yani, Tribunewsbatam.com

TRIBUNEWSBATAM, TANJUNGBATU- Dalam rangka memperingati Hari pahlawan Nasional, 10 Nopermber. Sejumlah  Jajaran Kodim 0317/TBK  dan Uspika Kundur menziarahi makam pahlawan yang ada di Tanjungbatu, Kecamatan Kundur.

Makam pahlawan yang ada di Tanjungbatu, Kecamatan Kundur, merupakan satu-satunya makam pahlawan yang ada di Kabupaten Karimun. Ziarah makam pahlawan yang diziarahi Kodim 0317/TBK dipimpin Letkol Inf Edi Nurhabad selaku ketua Kodim 0317.

Bahkan Letkol Inf Edi Nurhabad  takjub melihat di Kundur terdapat sebuah makam pahlawan yang telah gugur melawan penjajah dahulu. "Diwilayah Kecil, Kundur, Kabupaten Kecil, masih dijumpai makam pahlawan yang berjasa ini,"kata Letkol Inf Edi Nurhabad.

Letkol Inf Edi Nurhabad, mengatakan diperingatinya hari pahlawan sebagai bentuk penghargaan jasa, pengorbanan para pahlawan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pengorbanan para pahlawan yang telah gugur itu tidak terliha harganya.

Letkol Inf Edi Nurhabad, mengungkapkan, bangsa yang besar itu bangsa yang menghargai jasa para pahlawan. "the fonding fathers kita telah memberikan amanah kepada kita semua bahwa, bangsa besar itu bangsa yang menghargai jasa para pahlawan,"ungkap Nababa.

Nababan berharap,  momentum peringatan hari pahlawan, bisa menumbuhkan semangat  kesetiakawanan sosial sebagai penerus perjuangan  bangsa Indonesia.

"Saya sangat terharu masih ada makam para pahlawan yang terawat dengan baik. Kedepan ada beberapa yang akan di perbaiki seperti papan nama di masing-masing pusara yang saat ini tidak ada," jelasnya.

Nababan mengajak kepada seluruh masyarakat Karimun,  momentum peringatan hari pahlawan tahun 2011 ini dapat merapatkan barisan perjuangan pembangunan  negeri demi terwujudnya  kesejahteraan rakyat.

Ia juga mengatakan, bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang bermartabat yang dapat berdiri sejajar dengan negara lain di dunia serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat terus terjaga.

Semangat dan nilai kepahlwanan yang ditunjukkan dalam pertempuran 10 Nopember tersebut, hendaknya dapat dihayati, dan menjadi inspirasi yang kemudian memacu dan memicu bagi kita di dalam mengisi kemerdekaan.

Dari makam yang ada di Tanjungbatu, Kecamatan Kundur,  tampak tertulis nama seorang tokoh pahlawan bernama Abdul Manaf.

Menurut salah seorang warga Kundur, Muhammad Lazim (80) makam yang bernama Abdul Manaf. ia saat itu melawan penjajahan belanda dan tertembak dibagian dadanya di Sungai Buluh, Desa Batu Limau, Kecamatan Kundur hingga tewas.

"Saat ini kita memang tidak tahu silisalah keluarga Abdul Manaf.  Menurut cerita tewasnya Abdul Manaf  akibat dikhiantai anggotanya. Di Sungai Buluh itu, ia bersembunyi dari Belanda. Karena Belanda mengincar Abdul Manaf. Akhirnya tepat didada Abdul Manaf tertembak oleh Belanda,"kata Muhammad Lazim (80), warga Sungai Buluh yang pernah melihat Abdul Manaf ini.

Lazim mengatakan, Abdul Manaf ini dahulu suka menggunakan peci hitam. Ciri-cirinya ganteng, putih, orangnya baik. Namun karena dia merupakan salah satu orang diincar Belanda. "Saat melintas di Sungai Buluh itu, ia ketemu tentara Belanda dan akhirnya tertembak. Kami pun mencari Almarhum Manaf, dan ketemu tepatnya di Sungai Buluh ini,"kata Lazim.

Menurut Lazim, ia merupakan tokoh pejuang yang gigih melawan penjajah. "Kami berharap kepada pemerintah, untuk mengenang jasanya ini perlu dibuat tugu, monument tempat tewasnya Abdul Manaf ini. Sungai tempat pejuang ini gugur masih ada. Saya usul, agar Sungai ini bisa dijadikan tugu pahlawan di Kundur,"kata Lazim pada tribun. (aan)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved