TNI AL

Pangkalan TNI AL Tanjunguban Diserang Militer "Asing"

-Skenario Perang Libatkan 1.100 Personil TNI

Laporan Muhammad Ikhsan Wartawan Tribunnews Batam


BINTAN, TRIBUN
- Sirine panjang berbunyi dari pangkalan Fasharkan TNI AL di Kampung Mentigi Tanjunguban, Minggu (19/2) pagi. Tiga bom dijatuhkan pesawat tak dikenal. Bom tersebut meledak di geladak heli KRI Banda Aceh, KRI Yos Sudarso dan KRI Siliman.

Pihak Lantamal IV sebelumnya menerima informasi adanya kapal asing menyusup ke wilayah Kepri. Informasi dari Satuan Radar 213 itu menyatakan adanya pesawat asing yang menuju ke pangkalan TNI AL Mentigi, Tanjunguban.

Beberapa unit kapal perang milik TNI AL kemudian mengejar dan menembakkan amunisi ke pesawat terbang tersebut. Beberapa unit kapal perang yang berada di pangkalan juga melakukan serangan terhadap pesawat asing ini

Ledakan kapal musuh menyebabkan beberapa orang prajurit terluka. Namun untungnya beberapa orang dari tim penyelamat membawa korban ledakan ke rumah sakit terdekat. Sedangkan beberapa orang lainnya memadamkan api yang mulai membesar.

Namun tak lama, senjata anti udara KRI Yos Sudarso akhirnya mengakhiri riwayat pesawat yang tiba-tiba menyerang itu.

Kronologis tersebut hanya sebuah skenario latihan perang TNI AL yang digelar di Tanjunguban, kemarin. Pesawat tempur lawan yang dimaksud juga hanya sebuah pesawat jenis Cassa, yang disetting sebagai pesawat musuh

Latihan perang ini melibatkan 1100 kekuatan personil yang terdiri dari 14 unit KRI yakni KRI Yos Sudarso, KRI Banda Aceh yang merupakan buatan anak bangsa PT. PAL Surabaya, KRI Cut Nyak Dien, KRI Sutedi Senopati, KRI Tengku Umar, KRI Wiratno, KRI Todak, KRI Celurit, KRI Teluk Cirebon, KRI Siliman, KRI Sibarau, KRI Sigurat dan KRI Siada. Kemudian dua kekuatan udara yakni pesawat udara Helly dan Cassa P, 25 marinir dan 39 kopaska.

Palaklat/Dan GT sekaligus Komandan Satkatarmabar Kolonel Laut (p) Denih Hendrata mengungkapkan latihan perang ini menurut rencana akan berlanjut beberapa hari ke depan di perairan Kepri.

"Besok (hari ini) latihan akan dilanjutkan ke wilayah perairan Natuna, karena menurut skenarionya ada kapal perang musuh yang sudah berani memasuki wilayah Kepri. ’Skenarionya akan terjadi baku tembak dengan amunisi yang sebenarnya, ada tujuh kapal perang musuh yang akan bertempur dengan beberapa kapal KRI dalam skenario ini,’’ jelasnya

Tak hanya itu, Denih mengatakan pihaknya juga akan menerjunkan pasukan katak sebanyak 18 orang di Pulau Mantang setelah itu

Skenario yang dilakukan adalah pasukan katak akan mencari informasi yang benar, terkait keberadaan musuh yang sudah menguasai pulau itu. Begitu informasi nyata diperoleh, maka pasukan melakukan pertempuran di pulau tersebut.

Menurut Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda Didit Ashaf, latihan terpadu ini merupakan latihan gabungan interen yang dilaksanakan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit di masa depan.

Kegiatan ini sekaligus untuk mengetahui kesiapan personil dan material yang dimiliki, sehingga apa yang menjadi kekurangan dalam latihan dapat disempurnakan lagi pada kesempatan yang lain secara terencana.

‘’Latihan ini juga sebagai persiapan untuk latihan yang lebih besar seperti Armadab Jaya dan latihan gabungan (latgab), yang dulunya latihan seperti ini  hanya parsial saja, sekarang terpadu,’’ katanya.

Latihan perang yang akan berlangsung empat hari ke depan dibeberapa perairan Kepri, meliputi wilayah perairan Pulau Kayu Ara, Kabupaten Natuna dan Pulau Mantang, Kabupaten Bintan. (san)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved