Transportasi
Dua Bulan Marcusuar di Perairan Tokong Tidak Berfungsi
Sudah hampir dua marcusuar atau lampu penunjuk terumba saat malam di perairan Tokong,
TRIBUNEWSBATAM, TANJUNGBATU- Sudah hampir dua marcusuar atau lampu penunjuk terumba saat malam di perairan Tokong, Tanjungbatu sudah tidak berfungsi.
Tidak berfungsinya marcusuar menjadi kekahwatiran kapal-kapal yang melintasi perairan di Tanjungbatu. Marcusuar yang tidak berfungsi itu terletak di tempat bekas kapal pembawa sembako yang kandas beberapa tahun silam di perairan antara Desa Batu Limau mengarah ke Kecamatan Durai.
Pendi salah seorang pembawa boat pancung di Tanjungbatu, mengatakan, marcusuar yang terletak di Batu Limau itu sudah hampir dua bulan tidak berfungsi.
"Kalau marcusuar itu tidak berfungsi, sangat membahayakan bagi pembawa kapal yang melintasi perairat tersebut. Karena di perairan itu banyak terumbu berbatuan,"terang Pendi pada tribun, Selasa (21/2)
Pendi mengatakan, sebelum adanya lmarcusuar, beberapa tahun silam, kapal pembawa sembako kandas di perairan tersebut. Sehingga pernah menewaskan awak kapal yang membawa kapal tesebut.
"Di perairan itu cukup rawan. Karena banyak terumbu batu. Jika tidak ada lampu, dikhawatirkan akan membahayakan penggunakan kapal,"ungkap penambang boat pancung ini.
Hal serupa juga dikatakan nelayan yang sering melintasi perairan yang yang rawan tertabrak terumbu. Rahim mengatakan, nelayan sangat kesulitan mencari penunjuk arah jika lampu marcusuar itu tidak menyala.
"Kalau musim bulan gelap nelayan tidak dapat petunjuk mana terumpu dan jalan yang selamat. Karena tidak ada petunjuk yang jelas selama lampu marcusuar ini tidak menyala. Sudah hampir dua bulan,"kata Rahim, nelayan yang sering melewati perairan banyak terumbu ini.
Rahim mengungkapkan, perairan tersebut banyak batu. Tidak hanya membahayakan nelayan jika petunjuk tidak ada. Tapi bisa membahayakan kapal-kapal besar yang melewati perairan ini. Untuk itu nelayan berharap, dinas terikat bisa menghidupkan kembali lampu marcusuar ini.
"Perairan yang dikenal nelayan sebagai perairan tokong ini sudah pernah mengkadaskan kapal besar beberapa tahun silam. Dahulu, sebelum adanya marcusuar, kapal yang kandas di batu itulah menjadi petunjuk arah nelayan di Kundur ini,"kata Rahim lagi.