Breaking News

Pendidikan

Bicara Pornografi, Puluhan Pelajar SMP-SMA Karimun Antusias

* BP3A Gelar Sosialisasi Dampak Pornograpi Terhadap Remaja

Laporan Rachta Yahya, wartawan Tribunnewsbatam.com

TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN - Sebanyak 90 orang pelajar perwakilan SMP dan SMA di Pulau Karimun Induk menghadiri sosialisasi dampak pornograpi terhadap remaja yang digelar Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Setdakab Karimun, Senin (26/3/2012) di Gedung Nasional, Tanjungbalai Karimun.

Para pelajar itu tampak antusias,  itu ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan kepada 4 narasumber yang terdiri dari Erwan Muharuddin, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karimun,  Brigadir Uci Tiarmida, Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karimun didampingi    Briptu Sandi, Penyidik Unit Trafficking Satreskrim Polres Karimun dan Raja Zyrwansyah, Motivator Pembangunan.

Umumnya, pelajar menanyakan tentang antisipasi dampak pornografi oleh pemerintah serta proses hukum terhadap para pelaku pornografi. Ada juga pelajar yang menanyakan proses hukum terhadap pelajar yang terlibat pornografi, proses hukum terhadap aparat yang terlibat dalam pornografi maupun pelecehan seksual. 

Uci Tiarmida, Kanit PPA Satreskrim Polres Karimun mengatakan pornografi adalah tindak kejahatan asusila yang dilakukan dalam berbagai bentuk, baik gambar, audio, kartun dan lainnya.

Proses hukumnya tidak ada bedanya antara masyarakat biasa dengan polisi. Jika pelakunya anak-anak maka mendapat perlakuan berbeda dibandingkan orang dewasa.   

Sementara itu, Raja Zyrwansyah mengatakan mencegah pornografi di kalangan pelajar dimulai dari diri pelajar itu sendiri (internal), bimbingan orang tua dan pengaruh lingkungan (external).

Internal diawali rasa keingintahuan, coba-coba dan situasi broken home sedangkan pengaruh external datang dari media penyebaran pornografi seperti internet, photo atau    gambar dan lingkungan kurang sehat dan dinamis.

"Tanamkan pemahaman bahwa pornografi bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di tengah masyarakat," ucap Raja Zyrwansyah.  

Erwan Muharuddin mengatakan, pelajar dapat terhindar dari bahaya HIV/AIDS dengan cara tidak melakukan tiga hal, tidak melakukan seks bebas, menghindari narkoba dan mengembangkan kreativitas diri. 

"Perlu diketahui sampai saat ini belum ada obat yang dapat membunuh virus HIV, yang ada hanya obat untuk menghambat laju perkembangbiakan virus itu di dalam tubuh atau melokalisirnya agar tidak menyerang kekebalan tubuh," ucapnya. 

Sosialisasi tersebut dibuka Asisten II Sekda Karimun Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Arnadi Supa'at. Kabag Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan An ak Setkab Karimun, Misra Hayati mengatakan sosialisasi dampak pornografi dan bahaya HIV/AIDS bagi pelajar merupakan salah satu upaya agar generasi muda tidak terjebak dalam pergaulan bebas.   

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved