Pendidikan

Otonomi Pendidikan Menghadapi Kompetisi Global

Otonomi Pendidikan Menghadapi Kompetisi Global

Laporan Tribunnews Batam, Yusuf Riadi

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Menghadapi kompetisi global, penyedia pendidikan harus melakukan pembenahan agar mampu mengikuti kemajuan dan perkembangan transformasi yang semakin canggih. Hal tersebut di buktikan program pasca sarjana Universitas Negeri Batam (Uniba) dengan menerapkan beberapa inovasi dan reformasi di dunia pendidikan. 

Prof Marihot Manulang Direktur pasca Sarjana Uniba Batam mengatakan, melalui inovasi pendidikan, kini semakin banyak jenis pendidikan yang bisa di ikuti, mulai dari pendidikan formal maupun informal hingga bentuk pelatihan. Selain itu, orientasi pendidikan yang terpusat pada dunia kerja yang dibutuhkan, juga menjadi pendorong sitem dan metode pendidikan berdasarkan kompetensi.

"Hakekatnya, semua perubahan akan membawa kecendrungan untuk mengadakan semua bentuk hambatan, dimana setiap individu berpeluang mengaktualisasikan dirinya secara kreatif dan optimal menghadapi persaingan global," ungkap Marihot kepada Tribun Rabu (2/5).    

Marihot menjelaskan, Reformasi pendidikan juga terdiri dari berbagai aspek, mulai dari keluarga dan pola asuh, program dan Budget pendidikan, termasuk dari sarana pendidikan dan pembelajaran, hingga proses pendidikan baik pendekatan belajar dan pendekatan pembelajaran.

"Salah satu poin penting menghadapi kompetisi global adalah dengan menciptakan sumber daya manusia yang berkulitas, beriringan dengan masyarakat madani cerdas dan bermoral sehingga dapat berdiri sendiri dan bekerjasama dengan orang lain guna menciptakan masyarakat sejahtera," ungkapnya lagi.     

Menurutnya, keluhan akan kualitas pendidikan juga tak mampu mengisi lowongan pekerjaan yang ada, serta kemampuan penyerapan tenaga kerja isntansi pemerintah maupun swasta yang sangat terbatas akan memberikan dampak pada jumlah tingkat pengangguran yang neingkat setiap tahunnya.

"Ini mengingatkan bahwa tantangan yang terjadi di era global adalah semakin menipisnya kualitas kemandirian manusia indonesia, terlebih krisis multi dimensi yang melanda Indonesia yang mengakibatkan budaya bangsa kita semakin memudar mulai dari akhlak, moral  semangat berusaha dan bekerja yang semakin melemah termasuk kreativitas yang menjrus ke arah negatif," ujar Marihot.   

Dia menilai, pendidikan merupakan kunci untuk mencapai kesejahteraan, adanya investasi yang baik berguna untuk kemakmuran ekonomis suatu bangsa. diharapkan dunia pendidikan di Indonesia termasuk di Batam harus mampu membuktikan bahwa pendidikan mutlak di perlukan untuk pembangunan. yang bertujuan agar dunia pendidikan memiliki tujuan, visi, dan misi yang jelas. (adi)   

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved