Kelangkaan BBM
Warga Keluhkan Pasokan Gas 3 Kilogram yang Berkurang
Selain di Sagulung, kelangkaan gas elpiji isi tabung 3 kg juga dikeluhkan Pangkalan Kristiyanto di daerah Batam Centre
Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Selain di Sagulung, kelangkaan gas elpiji isi tabung 3 kg juga dikeluhkan Pangkalan Kristiyanto di daerah Batam Centre. Sudah 2 minggu, gas elpiji yang didatangkan agennya 'PT Amarta Anugerah Mandiri' berkurang dari jumlah biasanya.
"Agen datang 2 kali seminggu, dan seminggu itu bisa sampai 100 tabung, sekarang hanya 40 tabung gas aja dalam seminggu," ucap Gito, pekerja di Pangkalan Gas Elpiji 3 kg Kristiyanto kepada Tribun, Rabu (16/5).
Kondisi ini sangat dikeluhkan karena banyaknya konsumen yang datang, namun harus pulang kecewa karena gas elpiji habis.
"Ya banyak juga ibu-ibu yang datang, tapi kami mau bilang apa, dari agennya sendiri juga sudah dijatahin. Kami komplain juga biasa aja," lanjut pekerja lainnya.
Tak berapa lama, sebuah mobil Avanza berwarna abu-abu berhenti di parkiran. Seorang lelaki keluar dari dalam mobilnya.
"Yang kecil ada (tabung gas 3 kg-red)?," tanyanya. Setelah mendengar jawaban dari pekerja, bahwa tabung gas isi 3 kg habis, lelaki itu kembali masuk ke dalam mobil dan berlalu.
Hanya selang 5 menit, kembali seorang ibu rumah tangga datang menanyakan ada atau tidaknya gas elpiji.
"Udah habis, nanti sore baru datang. Kalau mau, tinggalin aja tabung gasnya di sini sama nomor handphone. Kalau udah masuk, nanti kami kasih tahu," ucap Gito.
Hal itu disetujui oleh Novi, ibu rumah tangga yang tinggal di daerah Batam Centre. Sudah 3 hari ia kehabisan gas elpiji 3 kg untuk memasak. Ia sudah berusaha mencari kemana-mana, namun tidak membuahkan hasil.
"Selama 3 hari itu saya masak pakai minyak tanah. Kadang-kadang aja saya masak pakai kompor," ujar Novi.
Ia sangat membutuhkan gas elpiji untuk memasak karena dinilai lebih murah dibandingkan minyak tanah.
"Kan lebih murah, 3 kg itu bisa sampai seminggu. Kemarin saya datang juga kesini mau beli gas dan minjam tabungnya, karena tabung gas saya cuma satu, untuk tambahan aja, tapi nggak dikasih orang pangkalannya. Tabung gas kosong dibawa sendiri baru nanti ditukar dengan yang berisi," beber Novi.
Sambil menunggu gas elpiji yang berisi datang, Novi mengatakan ia mau mencari minyak tanah dulu untuk memasak.
"Mbak dengar sendirikan, belum setengah jam udah ada konsumen yang datang lagi, tapi ya mau gimana memang udah habis," kata seorang pekerja.
Ia juga menambahkan akibat kelangkaan gas elpiji isi 3 kg, masyarakat mulai beralih ke gas elpiji isi 12 kg, walaupun jumlahnya lebih mahal, Rp 95 ribu pertabungnya.
"Karena nggak ada lagi yang isi 3 kg, mereka kadang beli dan pinjam tabung gas yang isinya 12 kg," katanya.