Jumat, 17 April 2026

Politik

Apri Sujadi: Pergantian Edi Siswoyo sebagai Penyegaran

Rencana penggantian Edi Siswoyo wakil ketua I DPRD Kepri bakal diganti oleh Hotman Hutapea masih terjadi tarik menarik.

Laporan Tribunnewsbatam.com/Thomlimah Limahekin

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG- Edi Siswoyo selaku wakil ketua I DPRD Kepri yang diusulkan oleh DPD Partai Demokrat untuk diganti Hotman Hutapea hingga kini masih terjadi tarik menarik. Surat penggantian yang diajukan DPD sudah disetujui dan ditandatangani oleh DPP Demokrat kemudian diserahkan kepada pimpinan DPRD Kepri. Sidang paripurna Senin silam dengan beberapa agenda, termasuk rencana penggantian Edi Siswoyo ternyata quorum tidak terpenuhi sehingga sidang ditunda.

Beberapa fraksi mengungkapkan ketidakhadiran itu ada unsur sengaja karena tidak ingin mencampuri ususan fraksi Demokrat. Sedangkan fraksi lain menganggap penggabungan beberapa agenda dalam satu sidang dinilai tidak efektif. Padahal Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi menegaskan bahwa sidang paripurna dengan beberapa agenda sudah sering dilakukan dan tak jadi masalah.

Edi Siswoyo yang beberapa waktu lalu sempat melaporkan perihal rencana penggantian dirinya, sudah membuat laporan dan gugatan kepada PN Tanjungpinang. Namun Surya Makmur Nasution selaku ketua Fraksi Demokrat menepis bahwa langkah itu sebagai bentuk perlawanan kader kepada partai. Seharusnya masalah partai atau fraksi tidak dibawa ke pengadilan melainkan diselesaikan secara internal. Sebagai kader yang baik sudah seharusnya tunduk kepada partai dan berjuang demi kebesaran partai, bukan pribadi.

Edi Siswoyo yang berasal dari dapil Bintan Lingga pun mengaku pasrah dan menyerahkan hal ini kepada peraturan yang berlaku. Namun ia ingin diberi penjelasan dan alasan penggantian posisi sebagai wakil ketua I di DPRD Kepri. Yang menurutnya, pemberitahuan alasan secara resmi hingga kini belum diterimanya. Jika memang dianggap salah atau kurang maksimal, Edi ingin hal itu dijelaskan kepadanya. Selanjutnya dirinya menyerahkan masalah ini kepada partai secara legowo.

Di sisi lain, tokoh tokoh dan perwakilan konstituen yang mendukung Edi Siswoyo justru mempertanyakan mengapa Edi sebagai unsur pimpinan harus diganti.  "Di Kepri baru kali ini terjadi pergantian unsur pimpinan. Karena itu, kami kecewa dan penuh tanda tanya mengapa tiba-tiba Pak Edi diganti. Di kedai-kedai kopi Kawal, hal ini menjadi topik pembicaraan warga yang menjadi simpatisan pak Edi," ujar David Andriyadi, mantan ketua DPC Demokrat kabupaten Bintan, Jumat (15/6).

Spekulasi dan anggapan itu dibantah oleh Surya Makmur Nasution yang juga Wakil Ketua I DPD Demokrat Kepri. Ia mengatakan,  pergantian  seperti itu tidak hanya terjadi di Kepri, tetapi juga di daerah-daerah seperti Jawa Barat.

"Tidak ada persoalan antara Pak Edi dan Partai Demokrat. Pergantian ini hanya proses penyegaran saja. Di mana pun bisa diganti. Bukan karena Edi Siswoyo-nya tetapi karena perolehan suara partai. Di Kepri ini Demokrat memperoleh suara terbanyak ke-2 sehingga punya posisi wakil ketua I DPRD Kepri. Itu partai yang usung. Jadi tidak ada masalah yang harus dirisaukan. Dan saya yakin masyarakat bisa pahami itu," tandas Apri Sujadi, Ketua DPD Demokrat Kepri. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved