Kampung Seraya Terbakar
Korban Kebakaran Butuh Susu
Sebanyak 349 korban kebakaran di Jalan Muara Takus RT 02 RW 04 Kampung Seraya Batam mengaku masih syok.
Laporan Tribunnews Batam, Chandra
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Sebanyak 349 korban kebakaran di Jalan Muara Takus RT 02 RW 04 Kampung Seraya Batam mengaku masih syok.
Meski sebagian di antara mereka sudah beraktivitas, kondisi kejiwaan (psikologi) belum pulih 100 persen. Artinya, mereka masih menyimpan duka dan trauma yang mendalam.
Hal ini disebabkan seluruh barang berharga korban seperti tempat tidur, pakaian, almari, dokumen, kulkas, televisi, dan harta benda lainnya ludes terbakar.
Jika ada yang harta atau benda yang selamat tentu jumlahnya tidak seimbang dengan benda-benda yang sudah diselamatkan.
Pada hari kedua, Rabu (22/8), Posko Bantuan Peduli Bencana Kebakaran menerima bantuan berupa kebutuhan sandang, pangan, atau keperluan lainnya. Sumbangan tersebut berasal dari warga luar Kampung Seraya. Baik berasal dari instansi, perusahaan, atau perorangan.
Khusus pakaian, puluhan karung berisi pakaian pantas pakai sudah dibagikan kepada para korban. Selama periode pembagian, ke-349 korban sudah menerima bantuan itu.
Begitu juga dengan mie instan, minuman kaleng, obat-obatan, atau yang bersifat logistik dipastikan akan terus mengalir secara kontinyu dari donatur.
Hanya saja, untuk susu formula, jumlah sumbangan ini belum terlalu signifikan. Panitia terus bekerja siang malam agar bisa mendapatkan pasokan susu formula untuk korban kategori anak-anak di bawah usia 5 tahun. Alasannya, jumlah anak-anak balita jumlahnya cukup banyak.
Laura, satu diantara korban yang memiliki enam anak mengatakan, untuk kebutuhan sandang dan pangan sehari setelah kebakaran cukup membantu para korban.
Namun, untuk kebutuhan anak-anak ini yang terus diusahakan oleh panitia. Seperti susu, popok sekali pakai, minyak angin, vitamin, atau kebutuhan anak lainnya.
"Untuk kebutuhan orangtua dan dewasa sudah sangat membantu. Khusus anak-anak ini masih diusahakan oleh tim panitia," jelas Laura, Rabu (22/8).
Menurut Sugito, Ketua RW 06 Kampung Seraya bantuan dari warga luar Kampung Seraya terus mengalir. Mulai dari kebutuhan Sembilan bahan pokok (sembako) bisa dijadikan stok selama beberapa hari ke depan.
"Alhamdulillah untuk bantuan terus mengalir. Kebutuhan pakaian dan pangan dirasakan lebih dari cukup. Hanya saja untuk susu formula anak-anak ini yang belum begitu banyak. Semoga para dermawan bersedia membantu kebutuhan susu anak-anak yang terkena musibah," ujar Sugito.