Pilwako Tanjungpinang

Pasangan Cawako Pinang Dinilai Belum Transparan

Hanura Buka Lowongan Caleg 2014


Laporan Dedy Suwadha Wartawan Tribunnews Batam

TANJUNGPINANG, TRIBUN - Empat pasangan calon walikota Tanjungpinang telah ditetapkan nomor urutnya, namun masyarakat umum masih banyak belum mengetahui sejauh mana kapasitas dan kemampuan setiap pasangan. Minimnya informasi seputar pasangan cawako ini membuat satu diantara lainnya tidak ada yang spesial.

"Tidak ada yang spesial dari semua pasangan cawako di Pinang ini. Visi dan misi mereka belum terlihat dan kita tidak bisa bedah atau kritisi apa yang akan mereka lakukan. Oleh itu, dukungan kami dari Partai Hanura belum pasangan manapun," kata Ketua DPD Partai Hanura Kepri, Amir Hakim Siregar dalam kunjungan kerjanya ke Gedung DPRD Kepri, Rabu (20/9) sore.

Hanura yang gagal memajukan calon walikotannya karena ketidakhadiran Bobby Jayanto diakhir pencalonan, menyatakan belum menentukan sikap ke partaian mendukung pasangan mana, menilai semua calon dinilai belum terbuka dan transparan.

"Dalam pemilu terbuka ini, janji pasangan calon adalah hutang, dan akan ditanya dalam tugas jabatannya. Sebaiknya mereka mulai aktif menajamkan program kerja dan visi misi di media-media,"ujar Amir lagi.

Amir menegaskan karena belum ada putusan sikap partai, maka bagi pengurus dan kader serta simpatisan dipersilahkan memilih pasangan sesuai hati nurani masing-masing.

Lowongan Caleg

Dalam kunjungan kerja ke Kota Tanjungpinang, Amir menjelaskan status partai Hanura yang siap menjaring Bakal Calon Legislatif yang akan maju pada pemilu 2014. Bagi warga Kepri yang merasa mampu dan siap menjadi Caleg Hanura dipersilahkan mendaftar di seluruh pengurus cabang, daerah di Provinsi Kepri.

Amir Hakim, Ketua DPD Hanura Kepri  menjelaskan Hanura membuka kesempatan mulai September 2012 hingga April 2013. Syarat mudah, usia minimal 21 tahun dan minimal tamat SMU. Syarat yang paling utama tentu ketokohan dan teruji di kelompok masyarakat.

" Tokoh masyarakat penting, tapi lebih penting teruji dikelompoknya.  Selain itu,  caleg juga harus segera memiliki kartu anggota. Kesempatan ini juga terbuka bagi pengurus seluruh daerah. Jadi yang tertarik silahkan mendaftar, dan kami akan seleksi serta verifikasi semua ditingkat daerah. Tidak ada sistem by pas bisa langsung jadi ke pusat. Ada yang bermain, sanksinya dipecat," ujar Amir Hakim, Rabu (19/9).

Amir menjelaskan partainya menargetkan mampu meraih suara banyak di Kepri. Seiring peran Hanura di bawah pimpinan Wiranto dan para kader dewan yang kritis dan berpihak kepada masyarakat.

Amir yang didampingi Sukri Fahrial anggota DPRD Kepri dari Hanura mengungkap kalau selain ketokohan, mereka yang lolos Caleg Hanura juga mampu dari sei dana.

" Butuh dana kisaran Rp 500 jutaan, waktu saya jadi. Biaya buka buat bayar sana sini. Tapi, biaya untuk mengaji saksi dan tim sukses. Terbesar saksi, karena tidak ada saksi, lewatlah suara diambil orang. Itu yang normal aja, biaya sosialisasi sebelum itu, kalau dihitung maka lebih jadinya,"ujar Sukrifarial menceritakan pengalamannya. (ded)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved