Citizen Journalism
Jadi 100 Wanita Tebaik di Dunia
Catatan Perjalanan "The International Alliance For Women" (1)
Bagi Anda yang memiliki pengalaman dalam berwisata baik di dalam
negeri maupun luar negeri, serta bersedia untuk membagi pengalaman
tersebut melalui Tribunnews Batam, kiranya bisa mengirimkan
tulisan dan foto-foto Anda melalui Email: imansuryanto78@gmail.com dan iswidodo73@yahoo.com ,
dengan kode: Citizen Journalism_nama Anda_kota tujuannya. Selamat Berwisata.
Catatan Perjalanan "The International Alliance For Women" (1)
TRIBUNNEWSBATAM, WASHINGTON - Puji Syukur tak henti-hentinya saya Panjatkan kepada Allah Swt. Tepat 1 minggu sekembalinya dari Australia, saya mendapatkan kabar bahwa saya masuk dalam 100 wanita yang menerima penghargaan "The International Alliance For Women" (TIAW) World Difference".
Penghargaan akan diberikan pada acara award dinner tanggal 18 Oktober 2012 di Kedutaan Kanada yang berada di Washington DC. Acara ini juga dbarengi dengan "Global Forum" yaitu konferensi yang dihadiri oleh seluruh pemimpin-pemimpin organisasi perempuan dan 100 peraih penghargaan TIAW World Difference dari seluruh dunia.
Acara "Global Forum" ini akan diadakan 16 -20 Oktober 2012. Dari Indonesia ada dua wanita yang berhasil mendapatkan penghargaan TIAW World Difference 100, pertama saya sendiri, Lusia Efriani Kiroyan (31) untuk kategori Social Entrepreneur. Seorang lagi Fitrini (26) untuk kategori Community Development.
Secara khusus, catatan perjalanan selama saya berada di negeri Paman Sam ini saya tuliskan di Tribun sebagai ungkapan terima kasih saya. Pada peringatan ulang tahun ke-8, Tribun Batam telah memilih saya sebagai salah satu "Tokoh Peretas" atau Smart Generation di Kepri.
Saya merasakan sekali sejak buku pertama saya Cinderella From Indonesia --cerita perjalanan saya di Amerika saat mengikuti Experience Learning IVLP-- diluncurkan, banyak sekali penghargaan yang saya terima.
Tahun ini sungguh luar biasa untuk saya. Mulai April 2012 saya mendapatkan penghargaan "Indonesia Small Medium Business Award" Di Grand Sahid Hotel Jakarta. Bulan Juni 2012 saya lolos untuk mengikuti program "Exchange" di Australia yang disponsori oleh Departement of Foreign Affair & Trade Austarlia.
Kemudian, Bulan September 2012, Tribun juga memberi penghargaan untuk saya, dan Bulan Oktober 2012 ini saya mendapatkan penghargaan "The International Alliance For Women" Award World Differences.
Dari berbagai penghargaan itu, saya semakin merasakan betapa beratnya perjuangan saya menjadi "petani arang" di negeri sendiri. Bagi saya, lebih mudah menarik perhatian negara lain seperti Cina, Amerika dan Australia dibanding pemerintah Indonesia.
Ini adalah kedua kalinya saya mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Amerika. Jika pertama kali saya ke Amerika melalui Jepang, sekarang saya memilih penerbangan yang transit di Dubai. Penerbangan Singapura-Colombo (Srilanka)-Dubai- Washington DC memakan waktu total dua hari perjalanan.
Kami berdua termasuk orang yang beruntung karena mendapatkan visa yang berlaku selama lima tahun dan kami masuk AS begitu mudahnya. Akibat penerbangan yang cukup lama dan perubahan waktu antara Indonesia dan Amerika, membuat saya mengalami jet lag. Saya dihinggapi rasa pusing yang luar biasa begitu mendarat.
Ditambah saya termasuk orang yang tidak bisa diam begitu sampai Amerika, saya terus langsung mengikuti program sehingga saya mengalami kelelahan yang luar biasa.
Saya dan Fitri dijemput oleh Pak Irawan Nugroho. Beliau adalah salah satu penerjemah dari pihak US Department State yang bersedia membantu kami selama kami di sana. Begitu sampai di Washington DC, 14 Oktober 2012, kami diberi kesempatan mengikuti city tour bersama teman-teman dari 15 negara lain.
Rute perjalanan satu hari ini adalah tempat-tempat penting dan bersejarah Amerika Serikat: "White House", Gedung Kapitol, Martin Luther King, JR Memorial, Lincoln Memorial and Monumen Nasional Washington DC. Juga sempat melihat Pentagon, gedung pertahanan dan keamanan Amerika.
Untuk kedua kalinya saya bisa mengunjungi White House, saya dan Fitri bertemu dengan orang Indonesia yang sedang training di sana, dan juga dua orang lagi dari Timor Leste.

