Sport
Puasa Ibunda Iringi Perjuangan Andik
Jumaiyah (68) Ibunda dari Andik Vermansah ini mengaku hanya bisa berdoa, saat putranya, malam ini (1/12)
Ia tak pernah menyangka, bahwa anaknya kini menjadi pesepakbola terkenal seperti saat ini.
"Andik itu dulu lahirnya paling susah, dibanding tiga kakaknya. Dia satu-satunya anak saya yang lahir dengan pertolongan bidan, sementara yang lainnya cukup dengan dukun bayi," kata Jumaiyah sambil tertawa.
Namun, Jumaiyah mengatakan, Andik dikenalnya punya tekad yang kuat untuk menjadi seorang pemenang. Ia mengenal Andik sebagai anak yang punya kemauan yang keras.
"Saya ingat betul, sewaktu kecil dulu, dia main di kompetisi junior Piala Campina bersama klub KSI (Kedawung Setia Indonesia, Red). Nah, waktu itu, di final, kalah dari IM (Indonesia Muda). Waktu itu Andik menangis sesunggukan di lapangan, sampai dia buang kaos dan sepatu sepakbolanya. Dia bilang, tidak mau main sepakbola lagi," cerita Jumaiyah.
Menurut Jumaiyah, butuh waktu lama untuk menghibur Andik kecil. Tapi, setelah itu, Andik malah menjadi sosok yang tidak mudah menyerah. Dan Jumaiyah pun kini berharap, agar putranya itu, tak kenal kata menyerah saat berjuang bersama Tim Garuda malam ini.(surya/Tribun Batam)