Hukrim
Polisi Bekuk, Dua Pembobol ATM
Aksi Gagal Setelah Petugas Bank Datang, Pasang Call Center Palsu di Mesin ATM
Laporan Tribunnews Batam, Rachta Yahya
TRIBUNNEWSBATAM, KARIMUN - Pelaku pembobol kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) incar Karimun. Itu setelah Uyung Sumardi (40) dan Eka Rizki Putra (30), warga Batam yang diduga anggota sindikat pembobol kartu ATM dibekuk.
Keduanya beraksi di mesin ATM BCA Padimas Departemen Store, Kecamatan Karimun, Kamis (13/12/2012) sekitar pukul 10.30 WIB.
Aksi keduanya berhasil digagalkan setelah seorang petugas Bank BCA yang asli datang ke lokasi. Eka Rizki ditangkap di lokasi sementara Buyung sempat kabur.
Buyung baru berhasil ditangkap tim Buser Satreskrim Polres Karimun di tempat penginapan keduanya di hotel Sangrilla, jalan Pramuka, Tanjungbalai Karimun beberapa saat kemudian.
"Benar, dua pelaku pembobol kartu ATM warga berhasil dibekuk. Penangkapan kedua pelaku berkat kerjasama warga. Saat ini keduanya masih kami interogasi untuk mendapatkan keterangan yang lebih lanjut," ujar Kasatreskrim Polres Karimun, AKP Memo Ardian SIk.
Lebih lanjut dikatakan Memo, keduanya diduga sudah sering melakukan aksi kriminal pembobol kartu ATM.
Itu setelah petugas menemukan puluhan lembar call centre palsu, buku tabungan dan kartu ATM dari berbagai bank diantaranya BRI, BNI, Mandiri dan BCA dari kamar 311 hotel Sangrilla.
Selain itu, petugas juga mengamankan satu alat gergaji besi kecil, potongan besi kecil yang sudah diasah, belasan kotak korek api, 3 buah double tip dan segulung benang wool warna putih.
Kesemuanya diduga sebagai alat untuk memudahkan aksi pembobolan kartu ATM warga yang keduanya lakukan.
Kronologis penangkapan kemarin dikatakan Memo, kedua pelaku ditangkap saat hendak membobol kartu ATM seorang tamu asing asal Singapura. Kartu ATM WNA Singapura itu tiba-tiba macet dan tak mau ditarik keluar kembali.
Saat itu lah kedua pelaku mulai melancarkan aksinya dengan berpura-pura memberikan bantuan. Eka Rizki Putra, seorang pelaku kemudian menelepon nomor call centre yang tertera di mesin ATM BCA Padimas Departemen Store yang kemudian diketahui adalah nomor call centre BCA palsu yang ditempel pelaku beberapa saat sebelumnya.
Aksi pelaku terbongkar setelah seorang petugas BCA yang asli datang dan mengatakan nomor call centre yang tertempel di mesin ATM itu bukan nomor call centre BCA yang sebenarnya.
Mendengar itu, warga dan petugas sekuriti Padimas Departemen Store langsung mengamankan Eka Rizki. Melihat kawannya ditangkap, pelaku lainnya, Uyung kabur dengan mengendarai sepeda motor.
"Kami dapat informasi kedua pelaku menginap di hotel Sangrilla, anggota langsung meluncur ke sana melakukan penangkapan dan penggeledahan," ujar Memo.
Kuras ATM Pekerja
Penangkapan komplotan penguras ATM oleh jajaran Satreskrim Polres Karimun makin menambah deretan tindak kriminal cyber crime di wilayah Karimun.