HUT BATAM
Pemko Berikan Penghargaan Batam Madani
Merayakan HUT Batam ke-183, Selasa (18/12) hari ini, Pemko berikan penghargaan Batam Madani.
Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Merayakan HUT Batam ke-183, Selasa (18/12) hari ini, Pemko berikan penghargaan Batam Madani. Penghargaan itu terdiri dari beberapa kategori, mulai untuk badan usaha maupun perorangan yang telah berjasa dan memberikan kontribusi ke Batam. Penghargaan ini sudah diberikan sejak tahun 2009.
Untuk menetapkan penerima penghargaan, Pemko sudah membentuk tim penyeleksi dan penilai tersendiri. "Kategorinya ada tokoh sosial budaya, tokoh pers, tokoh pendidikan, tokoh olahraga, kesehatan, ekonomi dan lainnya. Bidang-bidangnya tetap, tapi penerimanya saja yang berganti-ganti," kata Kadisparbud Kota Batam, Yusfa Hendri.
Selama tiga bulan terakhir, Pemko memang banyak mengadakan event berkenaan dengan HUT tersebut. Yang puncaknya diawali dengan sidang paripurna istimewa, dilanjutkan ziarah dan tahlilan makam zuriat Nong Isa. Prosesi pemakaman dan tabur bunga.
Sekretaris Dewan (Sekwan) menambahkan akan ada 559 tamu undangan dalam sidang paripurna istimewa. "VVIP 158 orang, salah satu Gubernur, Wakil gubernur, Sekda, Ketua DPRD, Kapolda, mantan Walikota dan Wakil Wali Kota, dan Muspida plus. VIP 268 orang dan undangan biasa 133 orang. Acara dimulai pukul 09.00," ujar Marzuki.
Adapun dalam sidang paripurna istimewa, mengenakan pakaian adat melayu. Dan ruangan sudah dirombak dengan nuansa melayu.
"Selain itu, di akhir paripurna ada tambahan penandatanganan MoU yang kami rangkai antara ketua DPRD dengan tiga universitas (Unrika, UIB, Uniba) di Batam. Dalam rangka pendampingan selaku tenaga ahli atau narasumber bagi DPRD dalam pembentukan rancangan perda kota Batam," sambung Marzuki.
Di tempat lain, Wakil Wali Kota Rudi menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi warga Batam, baik warga tempatan maupun yang asli.
"Intinya baik masyarakat tempatan maupun yang asli harus tahu bahwa Batam ini didirikan bukan karena bangunannya banyak, tapi ketika mandat dari Raja yang dipertuan muda Riau Lingga sudah ada di Batam 18 Desember 1829. Walaupun rumahnya mungkin baru satu, Batam sudah punya hari jadi," cerita Rudi. (*)