Dua Hari Sebelum Dina Meninggal, Tante Mimpi Giginya Tanggal
Siswi SMPN 6 Kota Tanjungpinang itu tewas di tempat ketika jatuh dari sepeda motor Mio Soul BP 4091 WB yang dikemudikan oleh Alta, kawan sekolahnya.
TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Niat Raja Dina Nur Sufiana (14) untuk melanjutkan sekolah di SMK Widya Tanjung Balai Karimun pupus sudah. Kecelakaan maut merenggut nyawanya di Jalan Ir Sutami Kota Tanjungpinang, Kepri, Sabtu (27/4/2013) sore.
Siswi SMPN 6 Kota Tanjungpinang itu tewas di tempat ketika jatuh dari sepeda motor Mio Soul BP 4091 WB yang dikemudikan oleh Alta, kawan sekolahnya.
"Namanya Ina. Dia sekolah di SMP Negeri 6, kelas III, baru selesai ikut ujian nasional (UN). Rencananya dia ingin lanjut ke SMK Widya di Tanjung Balai," ungkap Yanni, tante Ina, ketika ditemui Tribunnewsbatam, di lokasi kejadian, Jalan Ir Sutami Kota Tanjungpinang, beberapa saat setelah kejadian tersebut.
Yanni sendiri tak terlalu mengetahui secara pasti kapan keponakannya itu keluar dari rumah mereka di RT 002 RW 007 Gang Waru No.38 Tanjung Unggat dan akhirnya mengalami musibah tersebut.
Dia baru mendengar musibah ini dari Ramjali, pacar korban yang sesaat sebelumnya sempat bertemu dengan Ina di sekitar Engku Putri.
Ramjali yang sudah mengetahui kondisi Ina itu, hanya datang ke rumah pacarnya dan memberitahukan informasi ini kepada pihak keluarga.
"Saya pun tak tahu kejadiannya. Memang saya sudah punya firasat sebelumnya. Sekitar dua hari lalu, saya mimpi gigi saya patah. Saya baru tahu ini dari pacarnya yang datang ke rumah lewat dari pukul 15.00 WIB," cerita Yanni lagi. (*)