Sabtu, 11 April 2026

Kepri Dilanda Kekeringan

Warga Terpaksa Pakai Air Bekas Galian Kelapa Sawit untuk Minum

Letak bekas galian alat berat yang ada di belakang mesjid tersebut jauh dari rumah warga, kurang lebih satu kilo meter.

zoom-inlihat foto Warga Terpaksa Pakai Air Bekas Galian Kelapa Sawit untuk Minum
Tribunnews Batam/Ian Sitanggang
Kubangan air bekas galian kelapa sawit di Desa Linau, Kabupaten Lingga, yang terpaksa dimanfaatkan warga untuk mandi, mencuci, dan minum.

Laporan Wartawan Tribunnews Batam, Ian Sitanggang

LINGGA, TRIBUN - Akibat musim kemarau yang mengeringkan sumur-sumur warga di Desa Linau, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), membuat warga harus mencari air bersih dengan jarak yang cukup jauh dari rumah mereka.

Bahkan air yang diambil warga bukanlah dari mata air bersih melainkan air yang ada di kubangan bekas galian kelapa sawit.

"Kami mengambil air harus jauh. Di belakang mesjid yang dekat polindes ada bekas galian alat berat waktu pembuatan kebun sawit, disana masih ada sedikit air, jadi itulah yang kami manfaatkan," kata Sabarani, warga desa Linau.

Letak bekas galian alat berat yang ada di belakang mesjid tersebut jauh dari rumah warga, kurang lebih satu kilo meter.

Air yang ada di dalam galian tersebut dimanfaatkan warga untuk air minum dan begitu juga untuk mencuci dan mandi.

"Habis mau kemana lagi, kalau ke laut airnya asin terpaksalah manfaatin yang ada," katanya.

" Mau bagaimana lagi, air PDAM tidak ada, sungai tidak ada, kami hanya mengharapkan sumur," lanjut Sabarani.

Yang paling memprihatinkan, air yang tersisa di bekas galian alat berat tersebut, dimanfaatkan untuk semuanya, mandi, mencuci, dan minum.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved