Kepri Dilanda Kekeringan
Warga Terpaksa Pakai Air Bekas Galian Kelapa Sawit untuk Minum
Letak bekas galian alat berat yang ada di belakang mesjid tersebut jauh dari rumah warga, kurang lebih satu kilo meter.
Laporan Wartawan Tribunnews Batam, Ian Sitanggang
LINGGA, TRIBUN - Akibat musim kemarau yang mengeringkan sumur-sumur warga di Desa Linau, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), membuat warga harus mencari air bersih dengan jarak yang cukup jauh dari rumah mereka.
Bahkan air yang diambil warga bukanlah dari mata air bersih melainkan air yang ada di kubangan bekas galian kelapa sawit.
"Kami mengambil air harus jauh. Di belakang mesjid yang dekat polindes ada bekas galian alat berat waktu pembuatan kebun sawit, disana masih ada sedikit air, jadi itulah yang kami manfaatkan," kata Sabarani, warga desa Linau.
Letak bekas galian alat berat yang ada di belakang mesjid tersebut jauh dari rumah warga, kurang lebih satu kilo meter.
Air yang ada di dalam galian tersebut dimanfaatkan warga untuk air minum dan begitu juga untuk mencuci dan mandi.
"Habis mau kemana lagi, kalau ke laut airnya asin terpaksalah manfaatin yang ada," katanya.
" Mau bagaimana lagi, air PDAM tidak ada, sungai tidak ada, kami hanya mengharapkan sumur," lanjut Sabarani.
Yang paling memprihatinkan, air yang tersisa di bekas galian alat berat tersebut, dimanfaatkan untuk semuanya, mandi, mencuci, dan minum.