Warga Belakang Padang Minta Angkutan Antar-Pulau
Warga Belakang Padang Kota Batam meminta Pemerintah Kota Batam untuk menambah angkutan masyarakat antarpulau.
BATAM, TRIBUN - Warga Belakang Padang Kota Batam meminta Pemerintah Kota Batam untuk menambah angkutan masyarakat antarpulau. Saat ini masyarakat membayar mahal untuk berpindah dari satu pulau ke pulau lain.
Hal ini disampaikan Camat Belakang Padang, Abdul Malik saat musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat Kecamatan Belakang Padang, Senin (10/3/2014).
Menurutnya ongkos dari Pulau Terong ke Belakangpadang bisa mencapai Rp60.000,00 pergi pulang. Sementara naik kapal pemerintah, hanya Rp5.000,00
"Mohon difasilitasi untuk kapal angkut masyarakat ini dari Belakangpadang ke pulau-pulau," ujar Malik.
Permintaan tersebut langsung dijawab Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan melalui instruksi ke Kepala Dinas Perhubungan Zulhendri.
"Soal ini tolong diperhatikan sekali. Agar ongkos masyarakat jangan terlalu besar. Jangan sampai membebani masyarakat," kata Dahlan.
Permintaan lain dari warga yaitu penataan dataran Indra Sakti. Lapangan terbuka ini biasanya digunakan masyarakat di Belakangpadang untuk berbagai kegiatan. Warga berharap dataran ini nantinya bisa seperti Dataran Engku Putri yang ada di Batam Centre.
Selain itu warga juga meminta fasilitas tambahan untuk bidang pendidikan. Seperti rumah dinas guru, angkutan pelajar, dan beasiswa.
Sedangkan di bidang kesehatan, menurut Malik, ada beberapa pulau yang belum memiliki tenaga kesehatan. Dan kalau bisa tenaga kesehatannya bisa kerja full time di pulau-pulau.
"Puskesmas keliling juga sudah tidak jalan lagi, karena tak ada untuk operasionalnya," kata Malik.
Bidang kelistrikan, menurutnya, masih ada beberapa pulau yang belum 24 jam menikmati 'terang'. Hanya 6-10 jam listrik menyala per harinya. Ia berharap ada dibantu pembangunan solar home system.
Begitu juga untuk penyambungan dari Pulau Pemping ke Labun, yang terkendala anggaran. Menurut Malik, penyambungan ini sudah dianggarkan namun tidak cukup.
Infrastruktur lain yang diharapkan warga seperti dermaga atau pelantar, penambahan dataran Elang Laut tempat pelaksanaan Sea Eagle Boat Race, pasar baru yang sampai sekarang belum berfungsi, dan perbaikan gedung serbaguna tempat berlangsungnya musrenbang saat itu.
Terkait pasar, Dahlan mengatakan saat ini ia sudah punya calon investor yang ingin membangun pasar induk di Belakangpadang tersebut.
Berdasarkan penjelasan Kepala Bagian Aset Sekretariat Daerah Kota Batam, Helwani, pasar tersebut sudah diserahkan dari Pemerintah Provinsi Riau ke Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, dan kini sudah menjadi milik Pemerintah Kota Batam. Jadi sudah bisa segera dilaksanakan pembangunannya.