Ide Bisnis

Membungkus Fulus dari Suvenir Tanaman

Maraknya kegiatan bercocok tanam yang dilakukan di rumah ini mengundang ide pemberian suvenir tanaman.

TRIBUNNEWSBATAM.COMMaraknya kegiatan bercocok tanam yang dilakukan di rumah ini mengundang ide pemberian suvenir tanaman.

Tak heran, di beberapa perhelatan, baik event yang diselenggarakan perusahaan atau sebuah pesta keluarga, memakai tanaman sebagai suvenir. Jenis tanaman yang dibagikan pun sangat beragam, mulai dari tanaman hias, sayur hingga bibit-bibit tanaman buah atau tanaman pelindung.

Minat yang semakin besar untuk memilih tanaman sebagai suvenir, menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Maklum, seiring dengan kondisi perekonomian yang bertumbuh, kian banyak acara yang digelar, baik yang bersifat korporasi atau pun perseorangan.

Tengok saja usaha Fathul Maki, pemilik Istana Alam Dewi Tara di Depok, Jawa Barat. Fathul yang sebelumnya terjun dalam usaha tanaman hias, melihat peluang berbisnis suvenir tanaman setelah mendapat pesanan Adenium berukuran mini dalam jumlah besar dari sebuah perusahaan. “Ternyata, mereka memesan Adenium itu untuk suvenir,” kata dia.

Padahal, pria yang merintis usaha tanaman hias sejak 2010 ini, mengemas Adenium mini ke dalam sebuah wadah mika secara tak sengaja. Lantaran terpuruk akibat harga Adenium  dan Anthurium merosot drastis, dia mengemas tanaman itu dalam tabung mika supaya terlihat menarik saat dijual. Ukuran pohon pun dibuat  kecil, hanya setinggi 15 cm. 

Order pertama datang dengan jumlah 7.000 tanaman. Dia menjualnya dengan harga Rp 15.000 per pot. Alhasil, dari order itu, Fathul meraup omzet Rp 105 juta. Dia pun mengaku, order itu bisa mendatangkan laba lebih dari 50%, karena kemasan yang dipakai hanya plastik mika dan tali kur sebagai pita.

Tergiur dengan laba yang besar, Fathul pun fokus menggarap bisnis tanaman untuk suvenir. Dia menambahkan sejumlah tanaman lainnya, seperti sansiviera, pucuk merah, dan Melati. Kini, ada 13 jenis tanaman yang bisa menjadi pilihan suvenir. Harganya pun lebih beragam, mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 25.000 per pot.

Demikian juga dengan kemasan. Jika dulu, dia hanya membungkus tanaman dengan plastik mika, kini Fathul sampai mengimpor pot keramik dari China sebagai kemasan. Harga yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp 3.000 – Rp 4.000 per pot. “Di sini jarang yang jual dalam jumlah banyak, sementara saya bisa pesan hingga ribuan tiap bulan,” ujar dia.

Maklum, pesanan suvenir semakin kian ramai menghampiri Istana Alam. Kini, dalam sebulan, Fathul bisa mendapatkan order pembuatan suvenir tanaman hingga belasan ribu unit. Tak heran, dia bisa mendulang omzet berkisar Rp 300 juta sampai Rp 350 juta per bulan. 

Setali tiga uang dengan Fathul, Janet Ulung Mandiri juga mengawali usaha suvenir tanaman setelah bergelut dalam bisnis tanaman hias. Dia pun berpendapat,usaha suvenir tanaman ini cukup potensial, karena tiap bulan, selalu ada orang atau institusi yang menggelar acara. “Jadi, tinggal bagaimana membuat suvenir tanaman menjadi pilihan bagi mereka yang punya acara,” ujar dia.

Pesanan pertama yang diterima Janet, berasal dari seorang temannya yang membutuhkan suvenir untuk pernikahan. “Saya langsung terpikir untuk membuat suvenir dari tanaman yang ada di kebun ayah,” kata anak pertama Rizal Djafareer, pemilik Rumah Bunga Rizal di Lembang, Bandung ini.

Dari situlah, lantas Janet membentuk divisi baru dalam bisnis keluarganya, yaitu menggarap suvenir tanaman. Pesanan pertama Janet berjumlah 600 tanaman kaktur. Dengan dibungkus plastik mika, setiap tanaman dibanderol dengan harga Rp 8.000. 

Namun berbeda dengan Fathul yang membeli plastik mika dalam bentuk lembaran, Janet sudah membeli mika dalam bentuk tabung dengan diameter 8 cm dan tinggi 14 cm. Dia juga  menambah variasi kemasan, yang terbuat dari limbah kayu dan anyaman bambu. Ukurannya sama dengan kemasan dari plastik mika. 

Sebelum diisi dengan tanaman, kemasan dilubangi dulu untuk saluran udara. Lalu, kemasan ditambahkan pita agar suvenir bisa dijinjing. Janet mengeluarkan biaya sekitar Rp 4.000 untuk tiap kemasan. Adapun modal untuk tanaman berkisar Rp 3.500 per pot.

Saat ini, Rumah Bunga Rizal menyediakan lebih dari 30 varian tanaman hias untuk suvenir. Jenisnya adalah kaktus, sansiviera dan succulent. Pemesanan harus disesuaikan dengan ketersediaan tanaman. Pasalnya, beberapa tanaman butuh waktu pengembangan cukup lama. Ambil contoh, kaktus tertentu baru bisa dijual setelah budi daya selama dua tahun.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved