Judi Berkedok Gelanggang Permainan
Main Gelper di Pasar Merlion Batu Aji Wajib Tukar Koin Rp50 Ribu
Judi berkedok permainaan gelanggang ketangkasan elektronik (gelper) tidak lagi dibuka secara sembunyi-sembunyi keberadaannya.
BATAM, TRIBUN - Judi berkedok permainaan gelanggang ketangkasan elektronik (gelper) tidak lagi dibuka secara sembunyi-sembunyi keberadaannya. Bahkan siapa saja bisa masuk ke arena gelper tersebut tanpa batas umur.
Mulai dari pelajar hingga orang dewasa terlihat duduk di depan mesin gelper yang tersusun itu. Awalnya, ada 16 arena gelper di Batu Aji dan Sagulung, Batam, kini bertambah lebih dari 20.
Seperti arena gelangang gelper di Pasar Merlion, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batu Aji ini. Setiap pengunjung yang datang dan ingin bermain mesin gelper itu cukup memberikan uang Rp100 ribu.
Uang diberikan kepada salah seorang perempuan yang sengaja menunggu di depan mesin gelper khusus untuk jackpot dan mesin bar.
Kemudian perempuan tadi langsung memutar tombol yang ada di mesin jackpot atau bar itu dengan menggunakan kunci khusus untuk memberikan 50 koin.
Sementara untuk mesin game atau permmainan hiburan lainnya, pengunjung cukup menukarkan uang sebesar Rp50 ribu kepada kasir.
Kemudiaan kasir arena gelper tadi akan memberikan 25 koin yang diisi di dalam gelas plastik. Tidak hanya itu saja, setiap pengunjung yang sedang bermain mesin gelper, juga mendapatkan minum yang disiapkan pihak gelper itu sendiri.
"Sini aja bang mainnya. Bonusnya besar, bisa keluar 1.000 koin. Kalau main tembak ikan, sedikit bonusnya, paling tinggi 800 koin," ujar sorang perempuan meyakinkan pengunjung yang datang.
Selain itu, pengunjung bisa memilih mesin gelper yang akan dimainkannya.
Tidak lagi hadiah hiburan yang disiapkan pengelola gelper itu untuk memberikan hadiah kepada pengunjung yang bermain mesin ketangkasan elektonik tersebut.
Pengunjung bisa menukarkan langsung koinnya dengan uang. Minimal 25 koin baru bisa ditukar kembali dengan uang sebesar Rp50 ribu.
Salah satu pengawas gelper Pasar Merlion yang tidak bersedia disebutkan namanya, mengatakan setelah disegel arena gelper beberapa waktu lalu oleh tim gabungan.
Tim gabungan terdiri dari Disparbud Kota Batam, Satpol PP, Kepolisian dan TNI, pihak pengelola diam-diam memindahkan semua mesin gelper ke tempat lain atau di seberang tempat yang disegel.
"Arena gelper ini disegel dulunya. Sejak itu, pengelola langsung pindahkan semua mesin gelper ke sebelahnya. Arena gelper pun dibuka kembali. Sistem permainan gelper tidak lagi menukarkan dengan hadiah hiburan, namun langsung dengan nilai uang," katanya.
Sofyan salah satu pengunjung menghabiskan waktunya seharian di arena gelper, jika tidak lagi melaut menangkap ikan.
Nelayan Dapur 12 ini, mengaku setelah menangkap ikan di laut, dia bersama teman-temannya langsung main mesin gelper.
Dia beralasan, ketempat tersebut, selain mencari hiburan juga berharap bisa mendapatkan uang dari main mesin gelper tersebut.
"Tergantung nasib, kadang-kadang saya dapat tiga ratus menang main gelper. Tapi lagi apes, malah uang saya habis ditempat ini (gelper) sampai Rp1 juta. Ya semuanya tergantung nasib, tidak ada lagi apa yang mau dikerjakan, ya saya cari hiburan dengan main jackpot," ujarnya. (tim)