Rabu, 8 April 2026

Nuansa Ramadan 1435 Hijriah

Pebalap Liar Tersedu-sedu Usai Ditangkap Bupati Ansar

Pebalap liar kocar kacir dan sempat memberontak ketika ditangkap Bupati Bintan, Ansar Ahmad.

Laporan Wartawan Tribun Batam, Ahmad Yani

BINTAN, TRIBUN - Pebalap liar kocar kacir dan sempat memberontak ketika ditangkap Bupati Bintan, Ansar Ahmad, usai menyatap sahur di Masjid Nurul Iman, Kijang, Bintan Timur, Minggu (6/7/2014) sekira pukul 03.00 WIB.

Mendengar suara knalpot cukup keras di sekitar masjid itu, Bupati Bintan bersama Wakil Bupati Bintan Khazalik geram.

Ia dan jajaranya usai makan sahur langsung mengejar aksi balap liar di Simpang Tiga Kijang Kota, Bintan Timur tak jauh dari masjid tempat mereka bersantap sahur.

Mereka yang melakukan aksi balap itu kocar-kacir. Tiga pebalap liar diketahui masih pelajar dan dua unit motor dapat ditahan. Sebagian mereka terisak-isak menangis memohon jangan ditahan.

"Tolong Pak, tolong Pak, jangan ditahan Pak. Saya anak orang susah Pak. Tolong Pak," isak Rianto, salah satu pebalap liar yang ditahan bupati bersama jajaranya itu, sembari menangis memohon minta dilepas di Masjid Raya Kijang ini.

Ansar pun terlihat marah besar mengetahui tiga pebalap liar itu diketahui masih pelajar. Ansar pun sempat bertanya mana orangtua mereka.

Dan meminta kepada pembalap tersebut memangil orangtuanya. Di hadapan Ansar, Rianto mengaku orangtuanya sedang dikebun.

"Bapak saya di kebun Pak, dia tidur di kebun tiap malam. Ibu saya jaga adik saya masih kecil. Jangan Pak panggil mereka. Motor saya jangan ditahan Pak," mata Rianto kemerah-merahan, ia juga diketahui baru mendaftar masuk di SMP Negeri 1 Bintan Timur memohon ampun.

Ansar pun menegur pebalap liar masih pelajar itu. Sepanjang kepemimpinannya sebagai Bupati Bintan, pagi itu Ansar baru terlihat menegangkan urat leher melihat aktivitas balap liar yang sudah berlangsung lebih dari setengah jam tersebut.

Aplagi tidak satupun satuan anggota kepolisian Bintim membubarkan kenakalan remaja seperti yang dilakukannya pagi itu.

"Coba kalau bulan Ramadan itu duduk di masjid. Kita sudah tahu orang susah. Jangan lagi menyusahkan orangtua kalian. Jangan ngebut di jalan, jangan melakukan balap-balap ginian. Kalian mau sekolah nggak atau saya hentikan kalian belajar," gerah Ansar kepada anak itu.

Untuk memberikan pelajaran kepada anak tersebut, orang nomor satu di Bintan itu meminta pihak kepolisian mengurung ke sel selama satu bulan dan motor mereka ditahan.

"Kurung aja satu bulan di penjara, buat pelajaran. Motornya ditahan saja Pak, "pinta Ansar di hadapan Wakapolsek Bintan Timur, yang saat itu ikut mengamankan aksi balap liar. Ketiga anak itu dan motornya dibawa ke Polsek Bintan Timur.

Tiga remaja yang ditahan itu mengaku bertempat tinggal di Kampung Jati, Kelurahan Kijang Kota. Mereka ditahan karena tidak bisa melarikan diri usai digiring rombongan Bupati, ke kawasan Masjid Besar Nurul Iman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved