Kamis, 7 Mei 2026

Perkembangan Lokalisasi Prostitusi di Pulau Karimun

Tak dapat dipungkiri setiap daerah rata-rata memiliki yang namanya lokalisasi prostitusi.

Tayang:

Laporan Wartawan Tribun Batam, Muhammad Sarih

KARIMUN, TRIBUN - Tak dapat dipungkiri setiap daerah rata-rata memiliki yang namanya lokalisasi prostitusi. Sama seperti Kota Surabaya yang memiliki Dolly, di Kabupaten Karimun juga ada.

Di sini malah terdapat dua lokalisasi berbeda, Villa Kapling Tebing dan Komplek Payalabu Pangke Meral.

Di Payalabu dikabarkan sudah mulai sepi penghuni seiring makin sepinya pelanggan karena kemungkinan letaknya yang jauh dari pusat kota.

Kini penghuni yang dulunya rata-rata sebagai penjaja seks komersial (PSK), setelah Tribun telusuri kini jauh berkurang.

Rata-rata rumah-rumah yang biasa menyajikan tempat hiburan malam seperti karaoke dan sejenisnya, sekarang sudah menjadi pemukiman warga setempat beserta keluarganya.

Malah beberapa rumah yang dulunya sebagai basis tinggal para PSK, kini berubah menjadi rumah sewa dan kontrakan.

“Di sini banyak industri ada PT Saipem dan perusahaan besar lainnya. Banyak pekerja butuh tempat tinggal. Daripada buat prostitusi yang sudah sepi, memang lebih baik dijadikan rumah sewa seperti sekarang,” kata Atan seorang warga di sekitar Payalabu, Kamis (17/7/2014).

Pun dengan Villa Kapling. Keberadaan lokalisasi dekat pusat kota ini juga sudah mulai sepi penghuni PSK.

Kawasan ini sudah terkenal sebagai tempat bersemayamnya putri-putri pemuas nafsu sehingga menjadi sorotan masyarakat.

Kemungkinan karena telah menjadi sorotan masyarakat, aparat keamanan pun tidak tinggal diam.

Selain tidak akan melegalkan prostitusi, oknum aparat keamanan yang dulunya diduga ikut melindungi, ini juga sudah mulai waspada. Aktivitas prostitusi di kawasan ini sudah mulai berkurang.

“Dulu sekitar enam sampai tujuh tahun lalu, satu rumah isi (PSK)-nya bisa mencapai 20 orang. Di situ ada sekitar 80 rumah. Sekarang rumah yang terisi saja tak sampai 10, itu pun dalam satu rumah hanya ada sekitar lima sampai tujuh orang,” kata seorang sopir taksi yang kerap berhubungan dengan pengelola Villa Kapling untuk mengantar tamunya.

Villa Kapling saat ini hanya berfungsi menjadi tempat menginap para PSK saja, sementara untuk transaksi seksualnya rata-rata menggunakan fasilitas wisma atau hotel.

Para penghuni PSK di kawasan ini relatif amandari penyakit karena kerap mendapat penyuluhan bahaya HIV Aids dari sejumlah LSM peduli Aids di Karimun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved