Kamis, 9 April 2026

Bentrok TNI vs Brimob Di Batam

Serpihan Peluru Melekat di Otot Pratu Eko Saputra tak Bisa Diangkat

"Proyektil itu tidak bisa diangkat karena melekat di otot. Namun, proyektilnya sudah diambil dalam operasi," kata Dr April .

Laporan Tribunnews Batam, Zabur Anjasfianto TRIBUNNEWSBATAM.COM- Empat korban penembakan terkait bentrok antara anggota Batalyon Infantri (Yonif) 134 Tuah Sakti dengan Brimoob Polda Kepri, masih dirawat di RSUD Embung Fatimah. Keempat anggota itu Yonif 134 TS itu, masing-masing Praka Eka Basri, Pratu Eko, Pratu Ari Kompi Markas dan Pratu Ari dari Kompi Bantuan. Dokter bedah RSUD Embung Fatimah, Dr April menjelaskan kepada Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Istu Hari S dan Wakapolri Komjen (Pol) Badrodin Haiti yang membesuk empat korban tembakan, bahwa serpihan proyektil masih melekat di otot kaki Pratu Eko Saputra. Serpihan proyektil itu tidak bisa diangkat karena melekat di "Serpihan Proyektil itu tidak bisa diangkat karena melekat di otot. Namun, proyektilnya sudah diambil dalam operasi,"katanya menjawab pertanyaan Mayjen TNI Istu Hari S, Kamis (23/9). Dia mengatakan serpihan proyektil itu tidak menjadi masalah dan tetap korban bisa sehat. Serpihan itu sangat kecil, sehingga jika tetap dipaksakan diambil akan merusak jaringan otot. Sementara untuk korban lainnya sudah tidak apa-apa dan mulai berangsur sembuh. "Ada yang tembus kena proyektil di bagian kaki, ada yang kena telapak kaki dan luka dibagian dahi semua sudah diobati. Sekarang masih dalam perawatan,"katanya. Sementara Empat korban tembakan itu, mendapat kunjungan dari Pangdam I Bukit Barisan, Mayejin TNI Istu Hari S, Wakapolri Komjen (Pol) Bardodin Haiti yang didampingi, Danrem 033/WP, Brigjen TNI Bujang Zuirman dan Kapolda Kepri Brigjen Pol Arman Dapari. Dalam kesempatan itu kedua petinggi Polri dan TNI itu berbincang dengan empat korban tembakan dalam insiden bentrok antara anggota Yonif 134 TS dan anggota Brimob Polda Kepri. Namun Mayjen TNI Istu Hari S tidak mau memberikan tanggapan terkait masalah tersebut. Begitu juga dengan Komjen (Pol) Badrodin Haiti. Dia beralasan sudah memberikan keterangan saat mengunjungi Markas Komando (Mako) Brimob Polda Kepri sebelum mendatangi RSUD Embung Fatimah. Sebelum beranjak pulang meninggalkan RSUD Embung Fatimah, Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Istu Hari S dan Wakapolri Komjen (Pol) Badrodin Haiti menunjukan bahawa masalah tersebut sudah selesai dan kondusif. Keduanya pun langsung melakukan salam komando dihadapan semua wartawan.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved