Sabtu, 11 April 2026

Puluhan Pemilik Warung Kopi di Batu Kapal Natuna Kian Resah

Para pemilik warung kopi di Komplek Batu Kapal mendatangi Kantor DPRD Natuna, Kepri, Kamis (2/10/2014).

Laporan Wartawan Tribun Batam, Muhammad Ikhsan

NATUNA, TRIBUN - Para pemilik warung kopi di Komplek Batu Kapal mendatangi Kantor DPRD Natuna, Kepri, Kamis (2/10/2014).

Mereka mengeluhkan sikap Perusda Natuna yang terkesan arogan dalam rencana penggusuran di lokasi ini.

Sebelumnya pelaku usaha warung ini merupakan para pedagang yang direlokasi dari Pantai Kencana Ranai sejak 2010 lalu, lokasi yang dulunya disebut dengan istilah kopi pangku.

Seiring waktu berjalan empat tahun lalu, sejak direlokasi, yang dulunya berjumlah 50 warung kini hanya tersisa 30 warung.

Mereka selama ini membuka lapak berupa meja-meja dengan masing-masing tenda bulat di area ini.

Tiap warung ini mempekerjakan sekitar tujuh waitres-waitres perempuan yang menawarkan tamu minuman seperti kopi, soft drink, dan ada juga yang menjual minuman alkohol rendah.

Para pelayan warung saat ini juga nampak berpakaian lebih sopan. Ketua Persatuan Pedagang Pujasera Natuna (P3N) wilayah Batu Kapal, Udin Sitorus mengatakan para pedagang di area ini kian resah.

Mereka disurati untuk segera mencari tempat baru dan harus mengosongkan lokasi paling lama 2 November mendatang.

"Kami resah. Kami ini orang kecil juga. Tiba-tiba Perusda meminta kosongkan lahan, tanpa tahu kami akan pindah ke mana. Makanya kami melapor ke ketua dewan," ujar Udin yang akrab disapa Ucok ini, Kamis (2/10/2014).

Ucok mengakui ini menyangkut periuk nasi puluhan pemilik warung dan pekerja di lokasi itu. "Kami kalau bisa dicarikan lokasi lain, dan waktu pemindahan pun diberi kelonggaran lah," sebutnya lagi.

Ia mewakili para pemiik warung sebelumnya sudah menyurati bupati namun belum ada respon.

Ketua DPRD Kabupaten Natuna, Yusripandi pun mengaku kaget jika kebijakan Pemkab dalam mengosongkan lokasi ini tanpa mencarikan solusi matang.

Yusripandi mengkhawatirkan jika upaya pengosongan lokasi untuk membangun central bisnis di Batu Kapal menimbulkan polemik sosial yang tidak diantisipasi Pemkab Natuna.

"Ya kami akan mencoba membicarakan kepada bupati hal ini, Kita juga akan upayakan mencarikan lahan pengganti dan solusi terkait para pengusaha warung di Batu Kapal ini," ujar Yusripandi lagi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved