Jumat, 10 April 2026

Biaya Listrik Tinggi Menjadi Penyebab Investor di Bintan Kabur

FSPMI Bintan Kepri meminta kepada pemerintah dan pengusaha agar lebih memperhatikan masalah-masalah investasi.

Laporan Wartawan Tribun Batam, Ahmad Yani

BINTAN, TRIBUN - Federasi Sarikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Bintan Provinsi Kepri meminta kepada pemerintah dan pengusaha agar lebih memperhatikan masalah-masalah investasi. Khususnya di kawasan industri di Lobam Kabupaten Bintan.

Parlindungan Sinurat ketua FSPMI Bintan mengatakan beberapa alasan pengusaha pindah atau tutup sebagaimana disampaikan Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Bintan bahwa biaya produksi dirasakan cukup tinggi.

Ini meliputi biaya listrik di kawasan industri yang cukup mahal (0,27 sen/1 kwh) membuat perusahaan tidak sangup membayarnya.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan di Batam yang harga untuk listrik perusahaan murah karena listrik yang ada disuplai oleh PLN. Tingginya biaya listrik sebagai salah satu penyebab perusahaan tutup.

"Alasan lain perusahaan tutup adalah biaya angkut logistik yang tinggi disebabkan oleh hanya ada satu perusahaan logistic untuk membawa hasil produksi dari Bintan ke negara tujuan, seperti Singapura."

"Dan biaya yang dibebankan sering naik secara sepihak dengan alasan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM)," jelas Parlindungan Sinura, Rabu (22/10/2014).

Parlindungan menungkapkan bahwa investasi di Bintan berdasarkan data BPMD meningkat pada tahun 2014. Namun kawasan berkembangnya investasi bukan di Kawasan Industri Bintan (KIB). Akan tetap di wilayah kawasan pariwisata, seperti Lagoi dan Trikora.

Meningkatkan investasi di wilayah tersebut, FSPMI Kabupaten Bintan menuntut Bupati Bintan agar berani menaikkan Upah Mimumun Kabupaten (UMK) Bintan tahun 2015.

Yakni naik minimal 30 persen dengan pertimbangan inflasi, pertumbuhan ekonomi 2014, prediksi KHL 2015, prediksi pertumbuhan ekonomi, dan prediksi inflasi 2015.

Sejak Tahun 2012, jumlah Penanam Modal Asing (PMA) di Kabupaten Bintan 127 dengan penyerapan Tenaga Kerja 13.909 orang, Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) 11 dengan penyerapan Tenaga Kerja 2.972 orang.

"Tahun 2013 PMA berjumlah 130 dengan penyerapan Tenaga kerja 12,814 orang, PMDN 14 dengan penyerapan Tenaga Kerja 3.172 orang."

"Tahun 2014, PMA 171 dengan menyerap Tenaga Kerja 12.776 dan PMDN 14 dengan menyerap Tenaga Kerja 3.535 orang," rinci Parlin di Tanjunguban.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved