Gara Gara BBM Naik
Sejumlah Pedagang Di Bintan Sepakat Menaikan Harga Jual Makanan
Untuk menaikan harga makanan, sejumlah pedagang harus menggelar rapat bersama seluruh pedagang makanan.
Laporan Wartawan Tribun Batam, Ahmad Yani
BINTAN, TRIBUN - Pedagang makanan kaki lima Tanjung Uban Kecamatan Bintan Utara Provinsi Kepri belum akan menaikan harga makanan mereka.
Ini setelah adanya keputusan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Selasa (18/11/2014) pagi. Namun demikian, pedagang sudah ancang-ancang untuk menaikan harga makanan ini.
Untuk menaikan harga makanan, sejumlah pedagang harus menggelar rapat bersama seluruh pedagang makanan.
Seperti pedagang nasi goreng, ayam penyet, sate, pecal lele, dan lain-lain. Lelek, salah satu pedagang makanan di Tanjung Uban mengatakan, untuk harga makanan di Tanjung Uban masih seperti biasa.
Namun, lanjut Lelek, tidak kemungkinan harga makanan akan naik dalam waktu dekat.
"Kita nggak boleh sembarangan juga untuk menaikan harganya. Ini harus dirapatkan bersama antara pedagang," sebut Lelek, Selasa (18/11/2014).
Kenaikan harga makanan seperti nasi goreng, pecal lele, ayam pencet dan minuman ringan lainya karena seluruh kebutuhan pokok dan sembako ikut naik akibat dari kenaikan harga BBM ini. Bahkan, harga gas elpiji 3 kilogram pun ikut naik.
"Pastilah, beras, ikan, ayam, lele hingga gas pun naik. Kita harus menghitung harga pasar," katanya.
Senada, Parman, penjual bakso keliling, menambahkan, harga BBM yang naik, tentu berimbas pada sejumlah harga komoditi makanan, termasuk bakso.
“Kenaikan BBM bersubsidi dipastikan berdampak tidak langsung terhadap bahan-bahan makanan pokok yang membutuhkan angkutan. Semakin jauh jangkauan distribusinya, otomatis harganya akan naik,” ujarnya.
Menurutnya, komoditas bahan makanan pokok di Bintan ini tidak sepenuhnya didapatkan atau dihasilkan sendiri namun ada beberapa yang mengambil dari luar daerah.
Kenaikan BBM Bersubsidi ini akan berdampak langsung pada kenaikan biaya transportasi yang secara tidak langsung juga akan berdampak pada komoditas yang didatangkannya dari luar Bintan.
Sementara itu, sejumlah anak kos juga mengakui resah dengan kenaikan harga makanan ini.