Penerjun Payung BC Tewas
Gagal Mendarat, Penerjun Payung Kantor Bea Cukai Akhirnya Meninggal Dunia
Kemeriahan seremoni penutupan Patroli Koordinasi Kastam Indonesia-Malaysia (Patkor Kastima) ke-20 tahun 2014 mencekam.
Laporan Tribunnews Batam, Rachta Yahya
TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN- Kemeriahan seremoni penutupan Patroli Koordinasi Kastam Indonesia-Malaysia (Patkor Kastima) ke-20 tahun 2014 mencekam.
Acara yang dihelat di Kantor Wilayah IV Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri di Karimun Selasa (25/11/2014) pagi sekitar pukul 10.00 WIB dramatis.
Baharuddin (53), seorang atlet terjun payung yang didatangkan khusus dari Jakarta tewas usai melaksanakan atraksinya pada acara yang juga dihadiri petinggi BC kedua negara bertetangga itu.
Kejadian tewasnya pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan BC (KP2BC) Tipe Madya Pabean A Jakarta itu bermula saat ia mengalami gagal pendaratan dan tercebur ke laut sekitar dermaga Kanwil DJBC Khusus Kepri.
Meski berhasil dievakuasi dari laut namun kondisi Baharuddin terlihat buruk. Ia kemudian dievakuasi ke UGD RSUD Karimun, di sana ia sempat dinyatakan sadar.
Sekitar pukul 12.00 WIB, Baharuddin sempat tidak sadarkan diri sebanyak dua kali. Naas, sekitar pukul 13.25, Baharuddin akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
RSUD Karimun dalam rilis resminya kepada wartawan menduga Baharuddin tewas akibat gagal pernafasan.
Rumah sakit juga sempat melakukan pemeriksaan rontgen setelah Baharuddin mengeluhkan sakit di dadanya.
Hasil rontgen menunjukan ada sebentuk massa atau benjolan di dalam tubuh sekitar dada kiri dan kanan.
Namun dr Erna, dokter yang menangani Baharuddin menduga kecil kemungkinan massa atau benjolan itu penyebab kematian pria asal Semarang, Jawa Tengah itu.
“Dugaan kami, pasien meninggal akibat gagal pernafasan. Tidak ada ditemukan luka atau patah tulang akibat pasien tercebur ke laut tersebut.”
“Pasien sempat mengeluhkan sakit di dadanya, kami pun melakukan uji rontgen dan ditemukan ada sebentuk massa di sekitar dada kiri dan kanannya,”
“Tapi kami menduga itu bukan penyebab kematian pasien tapi lebih disebabkan gagal pernafasan, karna pasien sempat dua kali hilang sekitar pukul 10.00 dan 12.00 WIB,” ujar Erna didampingi Direktur RSUD Karimun, drg. Agung Martyanto.
Sementara itu belum ada keterangan resmi dari DJBC Khusus Kepri terkait tewasnya atlet terjun payung yang mereka sewa itu.