Siswi SD Juan Harapan Batam Diculik
Korban Penculikan Masih Trauma dan Kerap Mengigau "Kemana Kita Om?"
"Dia ngigau saat tidur tadi malam. 'Ke mana kita Om?', kata Livia saat itu," ujar Marida.
Laporan Tribunnews Batam, Zabur Anjasfianto
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Livia Wirdyna br Haloho (8) korban penculikan, memilih tidak ikut ujian semester ganjil di SD Juan Harapan, Sagulung, Batam Rabu (10/12/2014), pascaditemukan dari aksi penculikan sehari sebelumnya.
Livia masih trauma atas kejadian yang dialaminya, bahkan saat dia tidur mengigau dan berbicara mau dibawa kemana oleh pelaku.
Livia, saat ditemui di rumahnya Griya Batu Aji Asri Blok I-3 No 16 RT02 RW018, Kelurahan Sei Langkai Kecamatan Sagulung mengatakan, belum mau masuk sekolah karena masih takut.
Dia menceritakan tidak tahu dibawa pelaku kemana saja.
"Tidak tahu ke mana saja dibawa. Banyak belok-beloknya," ujar Livia yang didampingi kedua orangtuanya.
Sementara itu, Marida Hutahaean dan Sihar Sihalo, orangtua Livia mengatakan, anaknya dalam kondisi sehat, namun masih mengalami trauma.
"Dia ngigau saat tidur tadi malam. Ke mana kita om, kata Livia saat itu," ujar Marida.
Marida mengatakan, anaknya tidak mau melihatkan traumanya kepada orang. Livia terus tegar meski masih takut atas kejadiannya yang dialaminya.