Wako Soal Listrik Tanjungpinang: Hujan Alasannya Kabel, Panas Black Out
Pemadaman listrik oleh Perusahaan Listrik Nasional (PLN) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) kian meresahkan masyarakat.
Laporan Tribunnews Batam, MM Ikhwan
TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG- Pemadaman listrik oleh Perusahaan Listrik Nasional (PLN) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) kian meresahkan masyarakat.
Selain jadwal pemdaman yang tidak jelas, masyarakat juga mengeluhkan pemadaman yang dilakukan tidak menentu.
"Semalam mati dua sampai tiga kali. Lama pulak sampai tiga jam," ujar Iman, warga Rawasari Tanjungpinang, Selasa (3/2).
Sunarto, warga Bintan Centre yang berkantor di Batu 8. Menurutnya akibat listrik padam, dia tidak bisa bekerja.
"Jadi terpaksa aku ke warnet untuk nyelesain kerjaan. Matinya bukan sebentar, lima jam dari jam 4 sore sampai 9 malam," katanya.
Menanggapai permasalahan listrik, Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah ikut kesal.
Managemen PLN Tanjungpinang pun tidak memberikan informasi maupun penjelasan ke Pemko Tanjungpinang. Lis menilai PLN Tanjungpinang kurang terbuka dalam menyampikan masalah yang terjadi.
"Kalau hujan alasannya kabel terkena pohon. Kalau panas alasannya black out. Keterbukaan dan info yang disampaikan minim," ujarnya, Selasa (3/3/2015).
Lis juga menilai, Keberadaan Kantor Wilayah (kanwil) PLN di Tanjungpinang sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Hal tersebut wajib adanya, guna mengatasi permasalahan listrik di ibukota Provinsi Kepulauan Riau ini. Karena permasalahan listrik merupakan permasalahan krusial yang harus segera diatasi.
"Kalau seperti ini masyarakat dirugikan. Acara gagal dilaksanakan karena mati lampu. Saya banyak pergi resepsi nikah gelap-gelapan. Kalau kerugian materi sudahlan, ini kerugian anmaterial yang dirasakan masyarakat. Jadi masyarakat melalui lembaga perlindungan konsumen harus aktif. Saya sendiri sudah sangat kecewa," ujar Lis.