Kasus Pembunuhan Sumihar Aritonang
"Biaya di RS Awal Bros Rp 100 Juta Lebih, Terpaksa Mau Jual Rumahnya"
Alip mengatakan, kondisi keuangan korban pasca musibah yang dialaminya membuat Dar dan keluarganya semakin terpuruk.Jumlah tunggakan Rp 100 juta lebih
Laporan Tribunnews Batam, Wahib Wafa
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Jasad Sumihar Aritonang diberangkatkan dari Batam ke Medan, Selasa (7/4/2015) siang melalui Bandara Internasional Hang Nadim menggunakan maskapai Lion Air.
Korban pembunuhan tersebut didampingi istrinya, Dar, dan kerabat dekatnya.
Dar, warga Kavling Kamboja Blok NN nomor 36 Sagulung, tak bisa berkata-kata. Mengenakan kaos oblong warna cokelat dan sapu tangan, ia beserta kerabat dekatnya mengantarkan jasad korban dari RSBP ke bandara dengan mobil ambulance.
Wanita asal Medan tersebut tampak selalu menunjukan ketegaran. Namun di balik ketegaran tersebut, ternyata keluarga korban masih terbebani biaya perawatan korban selama di RS Awal Bros Batam.
Informasi tersebut disampaikan Alip, atasan Dar bekerja.
"Dia cerita sama saya. Biaya perawatan di RS Awal Bros hampir seminggu itu sudah memakan banyak uang. Bahkan rumahnya mau dijual untuk melunasi kekuranganya," kata Alip, saat di kamar jenazah RSBP di Sekupang, Selasa (7/4).
Alip mengatakan, kondisi keuangan korban pasca musibah yang dialaminya membuat Dar dan keluarganya semakin terpuruk. Jumlah tunggakan itu sendiri mencapai Rp 100 juta lebih.
"Terpaksa rumah miliknya yang berada di kavling Kamboja Sagulung hendak dijualnya,"tambah Alip lagi.
Selama ini, lanjutnya, pola kehidupan keluarga korban cukup sederhana. Kurang lebih dua tahun berumahtangga, mereka belum dikaruniai seorang anak.
"Pekerjaan suaminya (korban) biasanya di service komputer. Dia memang bidangnya komputer," tambahnya Alip.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/wakapolsek-batam-kota-akp-yulianti-asril-saat-menenangkan-massa-ikabsu_20150407_172435.jpg)