Jatuhnya Kashmir Princess di Natuna
Puing Pesawat Delegasi Tiongkok di Natuna Terlihat Saat Pasang Surut
Pesawat itu jatuh di laut diantara Pulau Jalik dan Penganak, Natuna.
Laporan Tribunnews Batam, M Ikhsan
TRIBUNNEWSBATAM.COM, NATUNA- Menjelang Konfrensi Asia Afrika (KAA) di Bandung 60 tahun silam, hari itu 11 April 1955, beberapa penduduk Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna melihat sebuah pesawat terbang dalam keadaan terbakar.
Pesawat itu jatuh di laut diantara Pulau Jalik dan Penganak, Natuna.
Pesawat yang mengangkut 19 orang awak dan penumpang itu merupakan pesawat yang membawa delegasi Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk menghadiri KAA di Bandung.
Peristiwa monumental itu hingga kini menjadi sejarah yang selalu dikenang.
Namun, ternyata belum banyak yang tahu terkait keberadaan sisa-sisa puing-puing pesawat carteran Kashmir Princess yang jatuh di perairan Bunguran Barat, Natuna, Kepri itu.
Kendati beberapa bagian sudah dievakuasi pada masa itu, namun sebagiannya lagi masih teronggok di dasar laut
Dengan kejadian ini, Kecamatan Bunguran Barat sudah tentu punya akses penting dalam perjalanan sejarah Konfrensi Asia Afrika (KAA) pertama tersebut.
Camat Bunguran Barat, Asmarajuana Suhardi mengatakan pihaknya sudah menyurati panitia KAA ke-60 yang segera digelar akhir bulan ini.
"Ya saya sudah menyurati panitia KAA ke-60 tahun 2015 ini di Bandung agar turut membunyikan daerah (situs) tempat jatuhnya pesawat delegasi Tiongkok ini di Natuna," ujar Asmarajuana, Selasa (14/4/2015)
Pemerintah lokal bersama masyarakat di Sedanau, Bunguran Barat turut menjaga situs ini, sebagai saksi perjalanan sejarah dunia.
"Dengan begitu dunia bisa tahu tentang Natuna dan Bunguran Barat. Selama ini kan cuma ceritanya saja, namun jarang ada yang berkunjung ke lokasi tersebut," kata Asmarajuana lagi.
Lokasi puing-puing pesawat Kashmir Princess ini berada di dasar laut. Hanya sedikit wisatawan memang sempat berkunjung melakukan wisata diving. Namun tidak banyak, karena memang tidak banyak yang tahu.

"Jika air laut surut diantara Pulau Jalik dan Penganak itu, maka kita bisa lihat bekas-bekas puingnya dari atas perahu, masih ada beberapa bagian yang utuh," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/suasana-di-kelurahan-sedanau-natuna_20150414_151607.jpg)