Senin, 13 April 2026

Defisit Anggara, Pemkab Anambas Berhenti Sekolahkan Anak Nelayan ke STP

Lantaran defisit anggaran, Anambas tidak mengirimkan anak nelayan untuk disekolahkan khusus bidang kelautan perikanan ditiadakan tahun ini.

tribunnews batam/sm rohman
Beberapa siswa asal Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau (Kepri) saat mengikuti tes Sekolah Tinggi Perikanan (STP) di Jakarta beberapa waktu lalu. 

Laporan Tribunnews Batam, SM Rohman

TRIBUNNEWSBATAM.COM, ANAMBAS - Lantaran defisit anggaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri), tidak mengirimkan anak nelayan untuk disekolahkan khusus bidang kelautan perikanan ditiadakan tahun ini.

Yunizar, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan program yang diprioritaskan khusus untuk anak-anak nelayan tempatan ini terpaksa ditiadakan pada tahun ini mengingat dipangkasnya sejumlah program kegiatan karena kondisi keuangan daerah yang tengah defisit.

"Untuk yang tahun ini kemungkinan besar dipending. Program pengiriman anak-anak nelayan ini sudah berjalan beberapa tahun terhitung mulai dari tahun 2012," ujarnya Minggu (19/4/2015).

Meski pengiriman anak-anak nelayan pada tahun ini ditiadakan, namun untuk pemberian bantuan khususnya kepada anak-anak yang saat ini tengah menjalani proses pendidikan tetap dibantu oleh Pemkab Anambas.

Saat ini, anak-anak nelayan asal Anambas tengah menjalani pendidikan di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) di Jakarta, Akademi Perikanan di Sidoarjo, Jawa Timur serta Sekolah Umum Perikanan Menengah (SUPM) di Pontianak.

"Untuk mereka yang saat ini menjalani pendidikan tetap dibantu per tahunnya seperti kebutuhan untuk praktikum dan lain sebagainya. Sehingga, mereka yang tengah sekolah tidak perlu khawatir meski kondisi keuangan daerah tengah defisit," ungkapnya.

Tak hanya untuk Anambas, program ini merupakan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia kepada seluruh anak-anak nelayan di Indonesia. Proses pendidikan pun tidak dipungut biaya alias gratis. Meski tidak dibebankan biaya, namun menurut Yunizar Pemkab Anambas dibebankan pada proses pendaftaran sampai kepada proses seleksi terhadap anak-anak yang akan mengikuti pendidikan.

"Saat proses seleksi, biasanya dosen dan guru akan datang untuk melihat langsung. Untuk pendidikan dan tempat tinggal selama mereka sekolah di sana, tidak dipungut biaya," ujarnya.

Tidak hanya karena anggaran yang defisit, pertimbangan lainnya adalah anak-anak nelayan asal Anambas yang tengah menimba ilmu di sekolah khusus bidang kelautan perikanan beberapa dari mereka dikeluarkan dari sekolah.

Terdapat empat orang pelajar dari STP di Jakarta yang terpaksa dikeluarkan dari pihak sekolah, serta satu orang pelajar dari SUPM di Pontianak yang semuanya merupakan anak laki-laki.

Saat ini sebanyak 45 orang anak nelayan asal Anambas tengah menjalani pendidikan bidang kelautan perikanan.

Total anak nelayan asal Anambas yang tengah menjalani pendidikan ini terdiri dari 27 orang anak di STP Jakarta, 12 orang anak di SUPM Pontianak, serta enam orang anak nelayan asal Anambas tengah menjalani pendidikan di Akademi Perikanan Sidoarjo.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved