Kamis, 9 April 2026

Anda Sedang Hamil dan Mengalami Stretch Mark? Ini Cara Menghilangkannya

Kehamilan menyebabkan banyak perubahan di tubuh perempuan, termasuk munculnya garis-garis merah di kulit yang disebut stretch mark.

Istimewa
ilustrasi guratan di perut saat hamil 

TRIBUNNEWSBATAM.COM - Kehamilan menyebabkan banyak perubahan di tubuh perempuan, termasuk munculnya garis-garis merah di kulit yang disebut stretch mark.

Tapi sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah munculnya stretch mark menjengkelkan di kulit ibu hamil.

Ada dua teori yang menjelaskan tentang bagaimana stretch mark muncul dan mengganggu ibu hamil.

Teori pertama, ketika berat badan naik dengan cepat, kulit akan tertarik hingga memberi ruang bagi jaringan lain untuk terbentuk. Teori lainnya, stretch mark muncul karena adanya perubahan hormon.

Menurut Dr. Eric Bernstein, associate professor di University of Pennsylvania School of Medicine, kehamilan dan berat badan membawa perubahan hormonal yang memengaruhi peradangan kulit. Namun, apapun penyebabnya, Anda dapat melakukan beberapa langka pencegahan.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa langkah agar stretch mark tak ‘menyerang’ ibu hamil:

1. Gunakan Krim yang aman

Tanyakan pada dokter kandungan Anda untuk meresepkan krim yang aman untuk mencegah munculnya stretch mark di perut yang makin membesar.

Salah satu krim, seperti Tretinoin, dipelajari oleh Departemen Dermatologi di University of Michigan Medical Center, dan hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan krim asam retinoat di awal kehamilan menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam mencegah dan menyembuhkan stretch mark yang terjadi pada kehamilan.

2. Banyak mengonsumsi Air putih
Minumlah banyak air selama kehamilan. Dehidrasi dapat menyebabkan peradangan pada jaringan kulit.

Air putih tidak hanya membantu menjaga kulit agar tetap sehat, tetapi juga untuk meningkatkan volume darah yang sangat penting pada saat kehamilan, serta mencegah sembelit dan kelelahan, menurut laporan American Pregnancy Association.

3. Gunakan pelembab atau lotion
Jagalah kelembapan kulit dengan rutin menggunakan pelembap. Namun, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan, karena banyak pelembap yang mengandung bahan kimia tak diinginkan yang dapat terserap ke dalam kulit.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved