Murid SD Ikut Keliling Tolak Penggusuran Baloi Kolam

Sejumlah murid Sekolah Dasar (SD) Veritas, Baloi Kolam, Batam, ikut berunjuk rasa menolak penggusuran, Senin (11/5/2015).

tribunnews batam/elhadif
Sejumlah murid Sekolah Dasar (SD) Veritas, Baloi Kolam, Batam, ikut berunjuk rasa menolak penggusuran, Senin (11/5/2015). 

Laporan Tribunnews Batam, Elhadif Putra

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Sejumlah murid Sekolah Dasar (SD) Veritas, Baloi Kolam, Batam, ikut berunjuk rasa menolak penggusuran, Senin (11/5/2015).

Mereka membawa karton yang bertuliskan "Indonesia milik kita bersama, jangan ganggu kami, kami mau ujian."

Mereka ikut berkeliling bersama ribuan warga Baloi Kolam yang berunjuk rasa menentang penggusuran tempat tinggal mereka.

Meski berkeringat dan capek karena berjalan kaki, mereka tampak bersemangat ikut mempertahankan sekolah yang berada di kawasan penggusuran.

"Tadi dari sekolah. Guru-guru tau ikut ini (unjuk rasa)," kata seorang bocah.

Warga RW 16, Baloi Kolam, kembali berkumpul samping Edukit.

Ribuan pria dan wanita serta anak-anak tersebut menolak penggusuran dan pembersihan lahan yang berada di kawasan tempat tinggal mereka.

Bukan hanya berkumpul, warga juga melakukan aksi keliling.

Menggunakan sepeda motor, becak motor dan berjalan kaki warga berkeliling dengan rute Edukit, Simpang BNI, Terowongan Pelita, Simpang Jam dan kembali lagi ke Edukit.

Aksi warga tersebut disulut adanya surat pemberitahuan penggusuran pada Senin (11/5) dari PT Mega Indah Propertindo, yang mengaku pemilik lahan.

"Ada surat penggusuran dari PT yang mengaku pemilik lahan. Makanya warga turun semua. PT tidak ada korrdinasi," kata seorang warga, Cecep.

"Kami akan mempertahankan tempat tinggal kami. Itu harga mati," ujar warga lain.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved