Kamis, 9 April 2026

Krisis Listrik di Tanjungpinang

Pengusaha di Tanjungpinang Membutuhkan Listrik, Jangan Padam Terus

"Saya mewakili seluruh pengusaha home industri, meminta PLN untuk tidak memadamkan lagi listrik. Karena kami membutuhkan listrik untuk bekerja,"

Tribun BATAM/Ikhwan
Mobil Mitsubishi nomor polisi BP 8932 TB milik PLN menjadi amukan massa, Selasa (19/5/2015) 

Laporan Mhd Munirul Ikhwan

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Selain kawat berduri yang dibentangkan di depan kantor PLN, ratusan aparat kopolisian juga melangkapi diri dengan tameng, saat melakukan pengamanan di kantor PLN.

Hal ini dilakukan agar massa tidak menyerobot masuk kekantor PLN dan berlaku anarkis.

"Dimohon massa tidak bertindak anarkis dan merusak aset negara," begitulah himbauan kepolisian dari mobil komandonya yang terparkir didepan kantor PLN.

Massa yang tadinya sempat emosi dan membakar ban bekas di depan kantor PLN. Namun kemudian dipadamkan oleh pihak kepolisian.

Pantauan dilapangan meskipun hujan gerimis, massa tetap bersemangat menyampaikan aspirasinya. Di bawah gerimis, mereka secara bergantian menyampikan orasinya, mulai dari perwakilan tukang sapu, etnis tionghoa, ibu-ibu kompang, masyarakat umum dan mahasiswa dari berbagai organisasi.

Mereka yang berorasi secara bergantian naik ke truk yang digunakan untuk berorasi.

"Saya mewakili seluruh pengusaha home industri, meminta PLN untuk tidak memadamkan lagi listrik. Karena kami membutuhkan listrik untuk bekerja," kata seorang ibu dari perwakilan Home Industri saat berorasi.(*)

 
 
 
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved